Memaparkan catatan dengan label Nabi Adam. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Nabi Adam. Papar semua catatan

Jumaat, 28 Oktober 2011

Kisah Pengingkaran Dan Sifat Lupa Nabi Adam

بسم الله الرحمن الرحيم


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ مَسَحَ ظَهْرَهُ فَسَقَطَ مِنْ ظَهْرِهِ كُلُّ نَسَمَةٍ هُوَ خَالِقُهَا مِنْ ذُرِّيَّتِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَجَعَلَ بَيْنَ عَيْنَيْ كُلِّ إِنْسَانٍ مِنْهُمْ وَبِيصًا مِنْ نُورٍ ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى آدَمَ فَقَالَ أَيْ رَبِّ مَنْ هَؤُلَاءِ قَالَ هَؤُلَاءِ ذُرِّيَّتُكَ فَرَأَى رَجُلًا مِنْهُمْ فَأَعْجَبَهُ وَبِيصُ مَا بَيْنَ عَيْنَيْهِ فَقَالَ أَيْ رَبِّ مَنْ هَذَا فَقَالَ هَذَا رَجُلٌ مِنْ آخِرِ الْأُمَمِ مِنْ ذُرِّيَّتِكَ يُقَالُ لَهُ دَاوُدُ فَقَالَ رَبِّ كَمْ جَعَلْتَ عُمْرَهُ قَالَ سِتِّينَ سَنَةً قَالَ أَيْ رَبِّ زِدْهُ مِنْ عُمْرِي أَرْبَعِينَ سَنَةً فَلَمَّا قُضِيَ عُمْرُ آدَمَ جَاءَهُ مَلَكُ الْمَوْتِ فَقَالَ أَوَلَمْ يَبْقَ مِنْ عُمْرِي أَرْبَعُونَ سَنَةً قَالَ أَوَلَمْ تُعْطِهَا ابْنَكَ دَاوُدَ قَالَ فَجَحَدَ آدَمُ فَجَحَدَتْ ذُرِّيَّتُهُ وَنُسِّيَ آدَمُ فَنُسِّيَتْ ذُرِّيَّتُهُ وَخَطِئَ آدَمُ فَخَطِئَتْ ذُرِّيَّتُهُ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Telah menceritakan kepada kami Abd bin Humaid telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Sa'ad dari Zaid bin Aslam dari Abu Shalih dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: "Saat Allah menciptakan Adam, Ia mengusap punggungnya lalu dari punggungnya berjatuhan setiap jiwa yang diciptakan Allah dari keturunan Adam hingga hari kiamat dan Ia menjadikan kilatan cahaya diantara kedua mata setiap orang dari mereka, kemudian mereka dihadapkan kepada Adam, ia bertanya: 'Wahai Rabb, siapa mereka? ' Allah menjawab: 'Mereka keturunanmu'. Adam melihat seseorang dari mereka dan kilatan cahaya diantara kedua matanya membuatnya kagum, Adam bertanya: Wahai Rabb siapa dia? Allah menjawab: Ia orang akhir zaman dari keturunanmu bernama Dawud. Adam bertanya: Wahai Rabb, berapa lama Engkau menciptakan umurnya? Allah menjawab: Enampuluh tahun. Adam bertanya: Wahai Rabb, tambahilah empatpuluh tahun dari umurku. Saat usia Adam ditentukan, malaikat maut mendatanginya lalu berkata: Bukankah usiaku masih tersisa empatpuluh tahun. Malaikat maut berkata: Bukankah kau telah memberikannya kepada anakmu, Dawud. Adam membantah lalu keturunannya juga membantah. Adam dibuat lupa dan keturunannya juga dibuat lupa. Adam salah dan keturunannya juga salah." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih. Diriwayatkan melalui sanad lain dari Abu Hurairah dari Nabi صلى الله عليه و سلم (HR. Tirmidzi No. 3002)
Pengingkaran dan sifat lupa merupakan dua perkara yang seringkali dilakukan seorang manusia. Berdasarakn hadits di atas ternyata kedua perkara tersebut telah dilakukan oleh kakek moyang ummat manusia, yaitu Nabiyullah Adam ‘alahis-salam. Dari hadits tersebut kita dapat menemukan beberapa pelajaran:
Pertama, Allah سبحانه و تعالى memperlihatkan kepada Adam ‘alahis-salam anak-keturunannya sejak generasi pertama keturunan Adam ‘alahis-salam hingga hari kiamat. Subhaanallah.
Kedua, Allah سبحانه و تعالى menjadikan kilatan cahaya diantara kedua mata setiap orang dari anak-keturunan Adam ‘alaihis-salam.
Ketiga, ada salah seorang di antara keturunan Adam ‘alaihis-salam yang kilauan cahayanya membuat Adam ‘alaihis-salam kagum. Ternyata ia adalah Nabiyullah Dawud ‘alahis-salam. Sedemikian kagumnya Adam ‘alaihis-salam sehingga ia mengusulkan kepada Allah سبحانه و تعالى agar memanjangkan umur Dawud ‘alaihis-salam. Adam ‘alaihis-salam merelakan empat-puluh tahun umurnya untuk disedekahkan kepada keturunannya Dawud ‘alaihis-salam. Tetapi ketika usia Adam ‘alaihis-salam sudah lanjut ia lupa akan janjinya. Malaikat maut yang bertugas untuk mencabut nyawanya diingkari oleh Adam ‘alaihis-salam. Adam ‘alaihis-salam merasa yakin umurnya seharusnya masih bersisa empat-puluh tahun lagi hidup di dunia. Ia lupa bahwa ia pernah berjanji di hadapan Allah سبحانه و تعالى untuk menyedekahkan empat-puluh tahun umurnya kepada Dawud ‘alaihis-salam.
Maka Malaikat Maut berkata: “Bukankah kau telah memberikannya kepada anakmu, Dawud...?” Adam membantah sehingga kita anak-keturunannya juga biasa membantah. Adam dibuat lupa sehingga anak-keturunannya juga dibuat lupa. Adam salah sehingga anak-keturunannya juga sering berbuat salah.
Itulah sebabnya di dalam bahasa Arab dikatakan bahwa manusia disebut “insan” karena kata insan bermakna “makhluk yang sering nasiya (lupa).”
Maka saudaraku, agar sifat manusia yang biasa ingkar, lupa dan berbuat salah dapat kita tekan sedapat mungkin, marilah kita kuatkan hubungan dengan Allah سبحانه و تعالى . Sebab Allah سبحانه و تعالى sendiri mengatakan bahwa manusia akan menjadi “lupa diri” karena ia lupa mengingat Allah سبحانه و تعالى
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ أُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hasyr [59] : 19)
Dan marilah kita mengingat Allah سبحانه و تعالى dengan ingat yang sebanyak-banyaknya agar Allah سبحانه و تعالى memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang beriman sejati bukan seperti kaum munafik. Orang-orang beriman sejati adalah mereka yang keimanannya mencakup pembenaran di dalam hati, ikrar di lisan dan dibuktikan dengan segenap anggota tubuhnya. Sedangkan kaum munafik adalah mereka yang sekedar menampilkan gejala keimanan tetapi sesungguhnya membatin di dalam dirinya kekufuran. Dan kaum munafik tidak mau mengingat Allah سبحانه و تعالى kecuali sedikit saja, sekedar basa-basi alias sandiwara di hadapan manusia.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً
“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab [33] : 41)
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُواْ إِلَى الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali .” (QS. An-Nisa [4] : 142)
dari

Jumaat, 27 Ogos 2010

Sejarah Penciptaan Nabi Adam as

بسم الله الرحمن الرحيم
PADA suatu ketika, Allah menitahkan malaikat Jibrail ke bumi mengambil sebahagian tanahnya mencipta Adam.
Tetapi, bumi enggan membenarkan tanahnya diambil untuk dijadikan Adam, kerana bumi bimbang Adam berbuat maksiat kepada Allah.

Lalu Jibrail kembali menemui Tuhan, ia tidak dapat berbuat apa-apa, mendengar sumpah bumi. Kemudian, Allah memerintah malaikat Mikail, jawapan bumi tetap sama dan Allah menitah pula malaikat Israfil, tetapi bumi masih enggan dan masing-masing kembali dengan tangan penuh hampa.

Lalu yang terakhir, Allah menyuruh malaikat Izrail ke bumi. Kata Allah: " Hai Izrail engkaulah kini yang aku tugaskan mengambil tanah.

Meskipun bumi menyumpah dengan ucapan bagaimanapun jangan engkau undur. Katakan kamu melakukan atas perintah dan atas nama-Ku."

Apabila Izrail ke bumi dan menyampaikan perintah Allah, bumi akhirnya akur tanahnya diambil.

Setelah Izrail mengambil beberapa jenis tanah, dia kembali ke hadrat Allah. Lalu Allah berfirman: "Ya Izrail, pertama engkau yang Ku-tugaskan mengambil tanah, dan kelak Ku-tugaskan engkau mencabut roh manusia."

Maka Izrail bimbang dibenci manusia. Lalu Allah berfirman: "Tidak, mereka tidak akan memusuhi kamu, Aku Yang mengaturnya, dan aku jadikan kematian mereka itu bersebab, terbunuh, terbakar atau sakit."


Tanah bagaimana dijadikan Adam?

1. Tanah tempat bakal berdirinya Baitul Mugaddis

2. Tanah Bukit Tursina

3. Tanah Iraq

4. Tanah Aden

5. Tanah Al-Kautsar

6. Tanah tempat bakal berdirinya Baitullah

7. Tanah Paris

8. Tanah Khurasan

9. Tanah (Babylon)

10. Tanah India

11. Tanah syurga

12. Tanah Tha'if

Kata Ibnu Abbas :

1. Kepala Adam dari tanah Baitul Muqadis, kerana di situlah berada otak manusia, dan di situlah tempatnya akal.

2. Telinganya dari tanah Bukit Thursina, kerana dia alat pendengar dan tempat menerima nasihat.

3. Dahinya dari tanah Iraq, kerana di situ tempat sujud kepada Allah.

4. Mukanya dari tanah Aden, kerana di situ tempat berhias dan tempat kecantikan.

5. Matanya dari tanah telaga Al-Kautsar, tempat menarik perhatian.

6. Giginya dari tanah Al-Kautsar, tempat manis.

7. Tangan kanannya dari tanah Kaabah, untuk mencari nafkah dan kerjasama sesama manusia.

8. Tangan kirinya dari tanah Paris, tempat beristinjak.

9. Perutnya dari tanah Babylon. Di situlah tempat seks (berahi) dan tipu daya syaitan untuk menjerumuskan manusia ke lembah dosa.

10. Tulangnya dari tanah Bukit Thursina, alat peneguh tubuh manusia.

11. Dua kakinya dari tanah India, tempat berdiri dan jalan.

12. Hatinya dari tanah syurga Firdaus, kerana di situlah iman, keyakinan, ilmu dan kemahuan.

13. Lidahnya dari tanah Tha'if, tempat mengucap syahadah, bersyukur dan mendoakan kepada Tuhan.

Bagaimanakah prosesnya :

1. Ketika Allah menjadikan Adam, tanah itu bercampur air tawar, air masin, air hanyir, angin, api. Kemudian Allah resapkan Nur kebenaran dalam diri Adam dengan pelbagai macam "sifat".

2. Lalu tubuh Adam itu digenggam dengan genggaman "Jabarut" kemudian diletakkan di dalam "Alam Malakut".

3. Sesungguhnya tanah yang akan dijadikan "tubuh Adam" adalah tanah pilihan. Maka sebelum dijadikan patung, tanah itu dicampurkan dengan rempah-rempah, wangi-wangian dari sifat nur sifat Allah, dan dirasmi dengan air hujan "Barul Uluhiyah".

4. Kemudian tubuh itu dibenamkan di dalam air "Kudral-Izzah-Nya" iaitu sifat "Jalan dan Jammal". Lalu diciptakan menjadi tubuh Adam yang sempurna.

5. Demikian pula roh, ketika itu diperintah masuk ke tubuh Adam, ia malas dan enggan, malah berputar-putar, mengelilingi patung Adam yang terlantar.

Kemudian Allah menyuruh malaikat Izrail untuk memaksa roh itu masuk, akhirnya ia menyerah kepada Izrail.

Menurut riwayat ketika Adam masih di syurga, sangat baik sekali kulitnya. Tidak seperti warna kulit kita sekarang ini.

Kerana Adam diturunkan ke dunia, terjadilah perubahan pada warna kulitnya. Sebagai peringatan yang masih tertinggal warnanya hanyalah pada kuku manusia.

Hal ini kita biasa lihat meskipun orang kulitnya hitam, warna kukunya adalah sama, ialah putih kemerah-merahan. Dijadikan pada tubuh Adam ada sembilan rongga atau liang.

Tujuh buah liang di kepala dan dua liang di bawah badan letaknya.

Tujuh buah letaknya di kepala: dua liang mata, dua liang telinga, dua liang hidung dan sebuah liang mulut.

Yang dua macam di bawah: sebuah liang kemaluan dan liang dubur.

Dijadikan pula lima pancaindera:

1. Mata alat penglihatan

2. Hidung alat penciuman

3. Telinga alat pendengaran

4. Mulut alat perasa manis, masin dan sebagainya.

5. Anggota tubuh lainnya seperti kulit, telapak tangan, untuk merasa halus, kasar dan sebagainya.

Selepas roh masuk tubuh Adam perlahan-lahan sehingga ke kepalanya yang mengambil masa 200 tahun.

Demikianlah Allah memberi kekuatan pada Izrail memasukkan roh ke tubuh Adam. Dahulu Izrail ditugaskan mengambil tanah untuk Adam, dan kini mencabut nyawa manusia.

Selepas meresap ke kepala Adam, maka terjadilah otak dan tersusun urat sarafnya dengan sempurna. Kemudian terjadilah matanya seketika itu matanya terus terbuka melihat dan melirik ke kiri dan ke kanan.

Dan juga melihat ke bawah di mana bahagian badannya masih adalah tanah keras. Dilihatnya kiri dan kanan malaikat yang sedang menyaksikan kejadian dia.

Ketika itu Adam mendengar malaikat mengucapkan tasbih dengan suara merdu dan mengasyikkan. Ketika roh sampai ke hidungnya lalu ia bersin, serta mulutnya terbuka.

Ketika itulah Allah mengajarnya mengucap Alhamdulillah. Itulah ucapan Adam yang pertama kepada Allah.

Lalu Allah berkata: "Yarkhamukallah" yang ertinya: "semoga engkau diberi rahmat Allah". Oleh kerana itu jika orang bersin menjadi ikutan sunat mengucap "Alhamdulillah" dan orang yang mendengarnya sunat mengucapkan

"Yarkhamukallah".

Kemudian ketika roh sampai pada dadanya, tiba-tiba saja ia mahu bangun. Padahal bahagian badannya ke bawah masih menjadi tanah keras.

Di sini menunjukkan sifat manusia yang suka tergesa-gesa (tidak sabar). Sebagaimana firman Allah yang bermaksud: "Dan adalah manusia itu, suka tergesa-gesa".

Maka, ketika roh itu sampai di perutnya, terjadilah susunan isi perut dengan sempurna. Maka seketika itu terasa lapar.

Kemudian terus roh itu meresap ke seluruh tubuh Adam, tangan, kaki lalu terjadi darah daging dan tulang, urat-urat, berkulit dengan sempurna, kian lama kian bagus dan halus.

Apabila kejadian Adam sempurna sebagai manusia baru, maka dialah adalah jenis makhluk manusia yang pertama.

Wajahnya cukup cantik, semua malaikat kagum melihat Adam yang menawan. Adam diarak malaikat selama 100 tahun lalu diperkenalkan kepada seluruh penghuni langit pertama hinggalah ketujuh sebelum dibawa ke syurga tempat mula-mula Adam dijadikan.

http://aki2004.wordpress.com/2010/08/26/sejarah-penciptaan-nabi-adam-as/

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails