Memaparkan catatan dengan label Palestin. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Palestin. Papar semua catatan

Jumaat, 23 November 2012

Cara terbaik menghadapi Fitnah dan Pembunuhan Umat Islam Ciptaan yahudi

بسم الله الرحمن الرحيم 

SubhanAllah…
Jangan ditiru tatacara orang haraki dalam menyikapi apa yang terjadi di Palestina dan negara-negara lain.
Seorang muslim sebaiknya mengikuti bimbingan ulama,
berikut fatwa ulama seputar palestina dan senasib dengannya
Penanya :
Semoga Allah membaikkan dirimu wahai syaikh sebagian presentasi menunjukkan gambar-gambar luka-luka umat Muslim di Palestina dan tempat-tempat lainnya. Dan gambar-gambar menunjukkan korban-korban yang terluka dan terbunuh. Dan terkadang presentasi dalam bentuk video. Alasan (yg dikemukakan) adalah untuk memotivasi umat Muslim untuk memberikan sumbangan pada saudara-saudara mereka. Apakah hal ini diperbolehkan?
Jawaban Syaikh Shalih Al-Fauzan :
Perkara ini tidak lazim. Tidak boleh menunjukkan foto-foto korban luka. Akan tetapi seharusnya umat Muslim diberitahu untuk memberi sumbangan pada saudara-saudaranya. Dan mereka diberi informasi bahawa saudara-saudaranya berada dalam keadaan yang buruk. Dan bahawa hal-hal buruk terjadi dari perbuatan Yahudi tanpa harus menunjukkan pada mereka foto dan gambar korban luka. Karena hal ini melibatkan penggunaan pembuatan gambar. Dan ini juga melibatkan memikul beban yang Allah tidak perintahkan dengannya. Dan ini juga melemahkan kekuatan umat Muslim. Karena saat kau menunjukkan pada orang-orang gambar umat Muslim yang telah dipotong-potong (mutilasi) atau dengan bahagian tubuh mereka terpotong. Ini membuat takut Umat Muslim dan membuat mereka takut akan perbuatan musuh-musuh.
Dan yang wajib adalah bagi muslim untuk tidak menunjukkan kelemahan. Dan mereka tidak menunjukkan tragedi/musibah-musibah. Dan mereka tidak menunjukkan hal-hal ini.
Seharusnya mereka menutupi hal-hal ini. Sehingga tidak melemahkan kekuatan umat Muslimun
http://youtu.be/iYx7JzvOgs0
Soal : Pada beberapa seminar/pertemuan ditampilkan penjelasan tentang (gambaran) luka-luka yang diderita oleh kaum muslimin Palestina dan selain mereka. Di situ ditampilkan gambar tentang beberapa kaum muslimin yang terluka dan yang terbunuh, dan kadangkala mereka menampilkan video. Mereka bertujuan (dengan itu) adalah mendorong kaum muslimin untuk bershadaqah menyumbangkan sebahagian hartanya kepada saudaranya (yang teraniaya tersebut). Apakah perbuatan seperti ini diperbolehkan ?
Jawab : Perbuatan ini merupakan perbuatan yang tidak pantas. Tidak boleh menampilkan gambar orang yang terluka. Namun, kaum muslimin hendaknya tetap diajak untuk bershadaqah untuk saudaranya dan disampaikan kepadanya bahawa saudaranya tersebut berada dalam keadaan tertindas. Juga (perlu disampaikan bahawa) mereka dalam keadaan seperti itu akibat ulah kaum Yahudi. Hal tersebut dilakukan oleh mereka tanpa ditampilkannya gambar dan gambar orang-orang yang terluka. Perbuatan itu tidak diperbolehkan karena berkenaan dengan hukum penggunaan gambar (makhluk hidup – yaitu haram). Selain itu juga merupakan perbuatan yang membebani diri (takalluf) pada apa-apa yang tidak diperintahkan Allah ta’ala. Perbuatan tersebut juga dapat mengurangi/menghilangkan kekuatan kaum muslimin; karena jika kalian menampilkan di hadapan manusia gambar orang muslim yang terluka atau terpotong-potong anggota tubuhnya, maka ini termasuk hal yang menakut-nakuti kaum muslimin dan membuat kaum muslimin takut terhadap perbuat yang dilakukan oleh musuhnya (dari kalangan Yahudi dan Nashara). Padahal wajib bagi kaum muslimin untuk tidak menampakkan kelemahan, tidak menampakkan musibah (yang menimpa mereka kepada musuh), dan segala sesuatu yang berkaitan dengan ini. Justru mereka harus menyembunyikan semuanya itu hingga tidak memperlemah kekuatan kaum muslimin.
Diambil dari Muhadlarah (Ceramah) yang bertema : At-Tauhid : Miftaahus-Sa’aadati fid-Dunyaa wal-Akhirah (Tauhid, Kunci Kebahagiaan di Dunia dan Akhirat) oleh Asy-Syaikh Shalih bin ’Abdillah Al-Fauzan; dari kitab Al-Ijaabatul-Muhimmah fil-Masyaakilil-Mulimmah. Diterjemahkan dari :http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=343294
بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله
سؤال : بعض لمعارض تقام لبيان جراحات المسلمين في فلسطين وغيرها يكون فيها صور الجرحى والقتلى وأحيانا تعرض عن طريق الفيديو والقصد من ذلك حث المسلمين على التبرع لإخوانهم فهل هذا العمل جائز ؟
الجواب : هذا العمل غير مناسب لا يجوز إقامة الصور للجرحى ، لكن يدعى المسلمون للتصدق على إخوانهم ويبلغون أن إخوانهم مضايقون وأنهم يجري عليهم ما يجري من فعل اليهود بدون أنهم يعرضون صور ويعرضون جرحى لأن هذا فيه استعمال للتصوير وأيضا في هذا تكلف ما أمر الله تعالى به وفيه أيضا تفتيت لعضد المسلمين لأنك لما تعرض أمام الناس صور مسلم ممثل به أو مقطع الأعضاء فهذا مما يرعب المسلمين ويرهب المسلمين من فعل الأعداء والواجب أن المسلمين لا يظهرون الضعف ولا يظهرون الإصابات ولا يظهرون هذه الأمور بل يكتمونها حتى لا يفتوا في عضد المسلمين .
من محاضرة : التوحيد مفتاح السعادة في الدنيا والآخرة للشيخ صالح الفوزان بواسطة كتاب الإجابات المهمة في المشاكل الملمة
Fatwa terbaru .
Penulis : Lajnah Da’imah Lil Buhuts Ilmiyah wal Ifta’
Segala puji hanyalah milik Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi dan rasul yang paling mulia, nabi kita Muhammad dan kepada keluarga beliau beserta para shahabatnya dan ummatnya yang setia mengikutinya sampai akhir zaman.
Wa ba’da;
Sesungguhnya Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’ (Dewan Tetap Untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa) di Kerajaan Saudi Arabia mengikuti (perkembangan yang terjadi) dengan penuh kegalauan dan kesedihan akan apa yang telah terjadi dan sedang terjadi yang menimpa saudara-saudara kita muslimin Palestina dan lebih khusus lagi di Jalur Gaza, dari angkara murka dan terbunuhnya anak-anak, kaum wanita dan orang-orang yang sudah renta, dan pelanggaran-pelanggaran terhadap kehormatan, rumah-rumah serta bangunan-bangunan yang dihancurkan dan pengusiran penduduk. Tidak diragukan lagi ini adalah kejahatan dan kedzaliman terhadap penduduk Palestina.
Dan dalam menghadapi peristiwa yang menyakitkan ini wajib atas ummat Islam berdiri satu barisan bersama saudara-saudara mereka di Palestina dan bahu membahu dengan mereka, ikut membela dan membantu mereka serta bersungguh-sungguh dalam menepis kedzaliman yang menimpa mereka dengan sebab dan sarana apa pun yang mungkin dilakukan sebagai wujud dari persaudaraan seagama dan seikatan iman.
Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara”. (Al Hujurat: 10)
dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain”. (At-Taubah: 71)
dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Seorang mukmin bagi mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan yang saling menopang, lalu beliau menautkan antar jari-jemari (kedua tangannya)”. (Muttafaqun ‘Alaihi) dan beliau juga bersabda: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan sakit dan tidak bisa tidur”. (Muttafaqun ‘Alaihi)
dan beliau juga bersabda: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak mendzalimi saudaranya, tidak menipunya, tidak memperdayanya dan tidak meremehkannya”. (HR. Muslim)
Dan pembelaan bentuknya umum mencakup banyak aspek sesuai kemampuan sambil tetap memperhatikan keadaan, apakah dalam bentuk benda atau suatu yang abstrak dan apakah dari awam muslimin berupa harta, makanan, obat-obatan, pakaian, dan yang lain sebagainya.
Atau dari pihak pemerintah Arab dan negeri-negeri Islam dengan mempermudah sampainya bantuan-bantuan kepada mereka dan mengambil posisi dibelakang mereka dan membela kepentingan-kepentingan mereka di pertemuan-pertemuan, acara-acara, dan musyawarah-musyawarah antar negara dan dalam negeri. Semua itu termasuk ke dalam bekerjasama di atas kebajikan dan ketakwaan yang diperintahkan di dalam firman-Nya:
“Dan bekerjasamalah kalian di atas kebajikan dan ketakwaan”. (Al Ma’idah: 2)
Dan termasuk dalam hal ini juga, menyampaikan nasihat kepada mereka dan menunjuki mereka kepada setiap kebaikan bagi mereka. Dan diantaranya yang paling besar, mendoakan mereka pada setiap waktu agar cobaan ini diangkat dari mereka dan agar bencana ini disingkap dari mereka dan mendoakan mereka agar Allah memulihkan keadaan mereka dan membimbing amalan dan ucapan mereka.
Dan sesungguhnya kami mewasiatkan kepada saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina untuk bertakwa kepada Allah Ta’ala dan bertaubat kepada-Nya, sebagaimana kami mewasiatkan mereka agar bersatu di atas kebenaran dan meninggalkan perpecahan dan pertikaian, serta menutup celah bagi pihak musuh yang memanfaatkan kesempatan dan akan terus memanfaatkan (kondisi ini) dengan melakukan tindak kesewenang-wenangan dan pelecehan.
Dan kami menganjurkan kepada semua saudara-saudara kami untuk menempuh sebab-sebab agar terangkatnya kesewenang-wenangan terhadap negeri mereka sambil tetap menjaga keikhlasan dalam berbuat karena Allah Ta’ala dan mencari keridha’an-Nya dan mengambil bantuan dengan kesabaran dan shalat dan musyawarah dengan para ulama dan orang-orang yang berakal dan bijak disetiap urusan mereka, karena itu semua potensial kepada taufik dan benarnya langkah.
Sebagaimana kami juga mengajak kepada orang-orang yang berakal di setiap negeri dan masyarakat dunia seluruhnya untuk melihat kepada bencana ini dengan kacamata orang yang berakal dan sikap yang adil untuk memberikan kepada masyarakat Palestina hak-hak mereka dan mengangkat kedzaliman dari mereka agar mereka hidup dengan kehidupan yang mulia. Sekaligus kami juga berterima kasih kepada setiap pihak yang berlomba-lomba dalam membela dan membantu mereka dari negara-negara dan individu.
Kami mohon kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang husna dan sifat-sifat-Nya yang tinggi untuk menyingkap kesedihan dari ummat ini dan memuliakan agama-Nya dan meninggikan kalimat-Nya dan memenangkan para wali-Nya dan menghinakan musuh-musuh-Nya dan menjadikan tipu daya mereka bumerang bagi mereka dan menjaga ummat Islam dari kejahatan-kejahatan mereka, sesungguhnya Dialah Penolong kita dalam hal ini dan Dzat Yang Maha Berkuasa.
Dan shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarga serta shahabatnya dan ummatnya yang mengikuti beliau dengan baik sampai hari kiamat.

Selasa, 28 Disember 2010

Nasib Umat Islam Palestin Dulu dan Kini

بسم الله الرحمن الرحيم

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image042.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image002.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image001.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image005.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image008.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image009.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image028.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image010.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image027.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image004.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image013.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image011.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image016.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image007.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image041.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image038.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image036.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image006.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image014.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image012.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image017.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image015.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image019.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image018.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image020.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image021.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image023.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image022.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image024.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image035.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image037.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image033.jpg

image032

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image026.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image029.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image030.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image031.jpg

http://www.ibda3world.com/wp-content/uploads/2010/02/image034.jpg

sumber

Isnin, 28 Jun 2010

Rejab-Bulan Pembebasan Palestin

بسم الله الرحمن الرحيم

"Di antara peristiwa penting di bulan ini ialah Isra’ Mikraj. Pelbagai pengajaran boleh diambil darinya. Di antara yang penting tetapi jarang disingkapi dengan wajar ialah hubungkait Isra’ Mikraj dengan isu Palestin. Ketika kecil-kecil dahulu, ustaz atau tok guru berkata: ‘Bulan Rejab dah masuk. Kita baca Isra..’ Lalu disebut peristiwa-peristikwa yang dilalui Nabi Muhammad SAW tanpa dihubungkaitkan dengan hikmah dan falsafah di sebaliknya.

Masa itu telah lama berlalu. Ramai ustaz, penceramah kini yang menghuraikan Isra’ Mikraj dan bulan Rejab dan falsafahnya termasuk kaitannya dengan bumi Palestin itu sendiri. Dr Fadl Hasan Abas, seorang ahli akademik pakar ilmu tafsir berasal dari Palestin, matanya buta, hatinya tidak, menulis sebuah buku berjodol Nafahat Min al-Isra wal Mikraj. Di antara kupasannya menyebut Isra’ Mikraj ialah hari Palestin. Kita tidak perlu menunggu akhir Rejab untuk menyambut hari Palestin ini. Surah al-Isra’ turun selepas surah al-Qasas. Surah al-Qasas berkenaan para Nabi terdahulu. Hampir kesemuianya berkisar di bumi Palestin atau yang berhampiran dengannya. Selepas surah al-Qasas, surah al-Isra’ menyusul. Fokus peristiwa Isra’ terhadap Palestin boleh disimpulkan dalam beberapa point seperti di bawah (melalui ringkasan buku Nafahat min al-Isra’ wal Mikraj):

1.Surah al-Isra’ juga dinamakan surah Bani Israel. Tentu ada hikmah dinamakan demikian. Surah Muhammad misalnya, juga dinamakan surah al-Qital (peperangan). Jangan disangka nama ini hanya kerana ada perkataan alqital di dalam surah Muhamamad itu. Surah al-Mukmin juga dinamakan surah Ghafir. Bacalah surah-surah itu kalau mahu memahami mengapa ia dinamakan demikian. Surah al-Isra’ yang dinamakan surah Bani Israel bukan hanya kerana disebut Bani Israel di dalamnya, kerana Bani Israel banyak disebut dalam surah-surah yang lain. Disebut Bani Israel bersama peristiwa Isra’ menunjukkan sejarah yang dalam dan panjang di antara keduanya. Ini mengingatkan kepada orang Islam betapa keturunan bani Israel ini akan bertembung dengan mereka terutama dalam isu Palestin ini. Apatah lagi apabila mereka mendakwa mereka punya hak ke atas bumi Palestin ini.

2.Dalam ayat pertama surah al-Isra’, Nabi Muhammad SAW tidak disebut dengan namanya tetapi pangkat ‘hambaNya’, satu pangkat yang sebenarnya cukup tinggi di sisi Allah. Ini menjadi isyarat jelas buat umat Islam bahawa bumi Palestin ini tidak dapat dibebaskan melainkan sifat kehambaan kepada Allah itu dibuktikan terlebih dahulu. Sifat hamba inilah yang menjadikan umat Islam itu wali Allah dan punya karamah sehingga batu dan kayu bercakap memberitahu umat islam bahawa Yahudi bersembunyi di belakang kayu dan batu itu. Nabi SAW bersabda: ‘Tidak berlaku Kiamat hingga orang Islam memerangi Yahudi, lalu orang Islam membunuh Yahudi sehingga Yahudi bersembunyi di belakang batu dan pokok. Batu dan pokok berkata: ‘Ya Muslim Ya Hamba Allah! Ini Yahudi dibelakangku. Mari! Bunuh mereka’, melainkan pokok Gharqad kerana ia pokok Yahudi. Hadis riwayat Muslim.

Dalam sejarah, mereka yang mampu membebaskan Palestin dan Masjid al-Aqsa adalah mereka yang menjulang tinggi kalimah Tauhid, punya sifat hamba cukup hebat, ibadah yang bukan calang-calang dan peribadi yang unggul. Saidina Umar al-Khattab dan Salahuddin al-Ayyubi adalah nama-nama itu. Seorang penyair menyebut:

Bagi Masjid al-Aqsa itu ada kebiasaannya

ia berlaku, terjadi dan begitulah kebiasaannya

Apabila esoknya kehinaan bertapak

Allah membangkitkan bagi al-Aqsa penolong

Lantas penolong yang membebaskannya kali pertama

dan penolong yang membebaskannya kali kedua

Iman dan kehambaan kepada Allah itulah yang menjadi senjata utama bagi membebaskan Palestin sebelum senjata-senjata lain.

3.Firman Allah bermaksud ‘..ke Masjid al-Aqsa yang Kami berkati sekelilingnya..’ Setiap perkataan dalam al-Quran punya erti dan maksud. Ia tidak disebut secara kosong tanpa makna. Barangkali inilah yang difahami oleh Salahuddin al-Ayyubi dalam misi membebaskan al-Quds dengan dibebaskan terlebih dahulu kawasan-kawasan sekitarnya. Mereka yang pernah ke Ajloun di Jordan, Damsyik di Syria akan melihat kota-kota Salahudin al-Ayyubi yang tegak berdiri megah hingga sekarang yang menjadi bukti sebuah jihad pepmbebasan bumi sekitar Palestin sebelum membebaskan Palestin dan Masjid al-Aqsa itu sendiri. Barangkali itulah juga yang perlu difahami umat Islam sekarang. Selagi Mesir, Jordan, Syria, Lubnan disekitar Palestin diperintah oleh penguasa nasionalis Arab, maka selagi itulah bumi Palestin itu tidak dapat dibebaskan sepenuhnya.

4. Ayat kedua surah al-Isra’ memfokuskan tentang Nabi Musa yang diberikan Taurat, menjadi petunjuk kepada Bani Israel, zuriat dari Nabi Nuh as. Dalam peristiwa Isra’ Mikraj, Nabi Musa cukup prihatin dengan umat Muhammad SAW. Baginda yang meminta Nabi Muhammad SAW memohon kepada Allah supaya diringankan bilangan waktu solat buat umat Muhammad SAW kerana ia sudah punya pengalaman dengan Bani Israel. Bani Israel adalah bangsa yang suka mengingkari pelbagai nikmat Allah. Justru, umat Muhammad SAW tidak dapat mengalahkan musuh mereka di kalangan Yahudi jika mereka sama dengan Bani Israel dalam mengingkari nikmat-nikmat Allah. Saidina Umar pernah mengingatkan bala tentera Islam supaya taatkan Allah supaya mereka tidak sama dengan musuh dalam melakukan maksiat kepada Allah. Kalau sama-sama melakukan maksiat, maka kekuatan senjatalah yang menjadi ukuran.

5. Dalam ayat berikutnya, Allah menjelaskan bahawa Bani Israel ini akan melakukan kerosakan di mukabumi sebanyak dua kali dan akan menjadi begitu angkuh dan sombong kerana punya kelebihan-kelebihan tertentu. Dr Fadhl Hasan Abbas telah menghuraikan ayat ini dengan agak panjang. Kesimpulannya ialah kerosakan yang dilakukan pada kali yag kedua itu ialah di zaman kita ini. Mereka tidak pernah ada negara, tetapi Israel kini diiktiraf sebagai sebuah negara walaupun bagi umat Islam ia adalah negara haram. Dari segi politik, ia punya lobi yang kuat dalam menentukan Presiden Amerika dan dasar negaranya. Demikian juga dalam bidang ekonomi, syarikat apa yang tidak dikuasai oleh Yahudi. Dalam bidang ketenteraan, media dan komunikasi, Yahudi menjadi terlalu hebat seakan-akan tidak dapat dicabar oleh sesiapa pun.

Jelas kepada kita, bahawa peristiwa Isra’ Mikraj ini, walaupun hanya satu ayat disebut dalam ayat pertama surah al-Isra dan peristiwa mikraj pada ayat yang lain tetapi isu yang berkaitan dengannya bukanlah isu kecil, bahkan inilah di antara isu penting yang mesti diberi tumpuan oleh umat Islam. Bumi Palestin mesti dibebaskan. Dan umat Islam mesti membebaskan dirinya dari penyakit alwahnu (kasihkan dunia dan takutkan mati) terlebih dahulu, agar mereka layak membebaskan bumi Palestin.

sumber:

http://aki2004.wordpress.com/2010/06/27/rejab-bulan-pembebasan-palestin/

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails