Jumaat, 28 Oktober 2011

Gadis desa Australia pilih Islam sebagai agama

بسم الله الرحمن الرحيم

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEih0iT4ChdLmp8inY2Gn3vOYZWJMRJRNBT6K8Hal6gwXPu7LaVaJQ418NHTQHUQkGyHyXl0DM37JTbRtvkqZX6_4beP0bY3fdDbJnSLh7IZXk1T7S2HLTB2cMXfz0TyYWv7Klf1GQdEJ58L/s1600/labianca.jpg
La Bianca hanya seorang perempuan desa sederhana yang dibesarkan di sebuah ladang peternakan di Perth, Australia Barat. Ketika masih kanak-kanak, ia mempunyai haiwan kesayangan, seekor kangaru.
Ia juga membantu orang tuanya memelihara lembu dan biri-biri. Walaupun perempuan, La Bianca suka berburu. Arnab dan anjing hutan menjadi sasaran buruannya.
Keluarganya tidak terlalu kuat mengajarkan agama. Tapi La Bianca percaya adanya Tuhan dan ia dididik dengan tradisi dan nilai-nilai moral keluarga Itali, dimana seorang anak gadis sangat dijaga dan dilindungi.
Setiap Minggu, La Bianca dan keluarganya mengikuti misa ke gereja. Namun buat La Bianca, kedatangannya ke gereja cuma ikut-ikutan keluarganya saja, kerana ia mengaku tidak faham apapun tentang agama yang dianutnya.
Yang ia tahu, ia harus memakai gaun berwarna putih dan mengucapkan beberapa baris doa semasa perlu melakukan komuni. Yang ia tahu, Jesus dan Maria hanya patung yang dipasang di gereja. Tapi, La Bianca tetap percaya Tuhan itu ada dan ia tetap berdoa pada Tuhan.
Hingga beralih remaja, La Bianca tidak pernah pergi ke bandar, sehingga ia menjadi remaja yang merasa puas dan naif. Walaupun demikian, ada sisi positif dari keadaan seperti itu.
La Bianca menjadi remaja yang sikapnya lebih semulajadi dan lebih terbuka. Jika orang-orang bandar suka bersikap lebih keras dan emosional, orang desa seperti La Bianca suka menerima setiap orang seadanya.
Hanya pada usia 16 tahun, La Bianca meninggalkan kehidupan desa. Keluarga besar La Bianca yang keturunan Itali, banyak dimana-mana dan tinggal di bandar-bandar Australia dan ia tinggal dengan salah seorang emak saudaranya.
La Bianca mendapat pekerjaan pertamanya sebagai resepsionis. Di tempat kerjanya ia bertemu dengan seorang muslimah berasal Afrika Selatan bernama Tasneem. 
Tasneem bukan tipikal muslim yang taat. Ia tidak mengenakan tudung  atau solat, tapi Tasneem selalu memastikan ia tidak makan makanan yang dilarang dalam agama Islam.
Tasneem juga tidak minum minuman beralkohol. Namun Tasneem sering pergi keluar berkawan. Orang tua Tasneem mengizinkan anak perempuan mereka berkawan, asalkan pulang tidak terlalu larut malam.
Satu perkara yang dipelajari La Bianca dari Tasneem adalah puasa di bulan Ramadan. Ia selalu merasa tertarik dengan Muslim, kerana setiap muslim yang ia jumpai selalu bersikap mesra, ramah dan menerimanya seadanya, dan ia melihat seorang muslim selalu cinta keluarga.
La Bianca merasa nyaman bersosialisasi dengan teman-teman muslimnya. Suasana kekeluargaan yang ia rasakan, membuatnya selalu teringat akan kehidupan desa yang ia tinggalkan selama ini.
Secara khusus, La Bianca mengaku lebih senang bergaul dengan mereka yang berasal dari atau keturunan orang Afrika. Kerana orang-orang Afrika, menurutnya, lebih mesra dan ramah.
Sedangkan orang Eropah, kata La Bianca, sikapnya dingin dan banyak menciptakan dinding pemisah di tengah pergaulan dengan orang lain.
Sikap La Bianca sama dengan ayahnya, yang selalu menghormati semua orang, tanpa melihat latar belakang etniknya. Berbeza dengan ibunya yang agak rasis. Ibu Bianca masih beranggapan bahawa orang-orang Eropah lebih bertamadun dibandingkan dengan bangsa lainnya.
Kerana sering bergaul dengan muslim, teman-teman muslim Bianca terus bertambah. Dari mereka, ia tahu bahawa seorang muslim wajib menunaikan salat lima waktu setiap hari. Tapi La Bianca mulai banyak tahu tentang Islam ketika ia menikah dengan seorang lelaki muslim.
“Saya ingat, ketika ia bertemu saya, ia terus mengenalkan saya pada ibunya dan mengatakan bahawa mereka ingin membuat komitmen jangka panjang–berkahwin dan membina keluarga,”kata La Bianca.
Sejak itu, ia mulai mengikuti kursus agama Islam. Ia juga mulai mengubah cara berpakaiannya. La Bianca mulai mengenakan baju dan kain yang longgar. Ia mengatakan, semasa belajar tentang Allah Yang Maha Besar, ia merasa semua ajaran Islam masuk akal, indah dan harmoni.
Perkara terberat bagi Bianca setelah belajar Islam adalah ketika ia memakai tudung. Tudung yang dikenakannya, mengubah citra dan sangat mempengaruhi jiwanya.
“Di kampung halaman, di peternakan keluarga kami, di tempat kerja, orang selalu menanyakan mengapa saya mengenakan tudung itu,” ungkap Bianca.
Pertama kali melihatnya bertudung, ayah Bianca berfikir bahawa Bianca tidak menghormati teman-teman ayahnya jika tidak mengenakan busana yang membuat senang teman-teman ayah Bianca.
Bianca mengakui, awalnya ia merasa bersalah kerana membuat ayahnya merasa tidak dihormati. Tapi seiring dengan menguatnya keyakinan pada Allah Yang Mahakuasa, Bianca menyedari bahawa ia ingin membuat Allah Swt senang lebih dari keinginannya untuk menyenangkan manusia.
“Saya berkata pada diri saya sendiri, bahawa saya tidak mahu membuat tolak ansur apapun, kerana saya tahu bahawa saya sudah melakukan perkara yang benar. Saya juga tahu, jika saya mulai melakukan kompromi, maka kompromi itu tidak akan pernah berhenti dan saya akan hidup tanpa Islam sama sekali. Saya tidak mahu itu terjadi,” tukas La Bianca.
Walaupun diawal mengenakan tudung ia merasa tidak selesa dan kesukaran. La Bianca merasakan sendiri, setelah mengenakan tudung, tidak ada lelaki yang berani menggodanya dan ia merasa lebih dihormati sebagai perempuan.
“Saya mengagumi konsep bahawa kaum perempuan ibarat harta karun berharga, dan oleh sebab itu harus dilindungi dan hanya boleh dilihat oleh mereka yang berhak melihatnya,” ujar La Bianca.
Ia akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat, disaksikan oleh beberapa orang sahabatnya pada tahun 2008. Bagi Bianca, Islam adalah kebenaran dan ia ingin terus dan terus memperdalam pengetahuannya tentang agama Islam.
Suami dan keluarga suaminya memberikan sokongan moral pada La Bianca untuk mengenakan tudung, walaupun perlu waktu untuk La Bianca untuk pada akhirnya mengenakan tudung dengan betul. eramuslim.com

Islam Mengisi Kekosongan Hatiku-Mantan Anggota Parlemen Rusia

بسم الله الرحمن الرحيم
Setelah memeluk Islam pada tahun 1994, mantan anggota parlemen Rusia ini menggunakan nama islami Fatimah Abdur Rasheed. Ia lalu menunaikan ibadah haji dan mendalami agama Islam dengan belajar di jurusan studi Islam, Universitas Kazan, Republik Tartaristan.
Fatimah mengungkapkan setelah memeluk Islam, ia merasakan sebuah "revolusi" dalam dirinya. Aktivitas sosial Fatimah, membuatnya dikenal masyarakat sehingga mudah baginya terpilih sebagai anggota parlemen Rusia. Tapi Fatimah mengaku selalu merasakan kekecewaan yang mendalam dalam hatinya.
"Saya merasa ada yang kosong dalam diri saya. Maka, sejak awal saya menegaskan harus mengisi kekosongan itu dengan bimbingan dari Allah Swt. dan Islam menjadi agama yang saya pilih," ujar Fatimah menceritakan awal dirinya masuk Islam.
Namun, setelah mengucap dua kalimat syahadat, Fatimah menghadapi tantangan baru yang lebih berat. Ia diboikot oleh suami dan seluruh anggota keluarganya. Tapi hal itu tidak menggoyahkan tekad Fatimah untuk tetap menjadi seorang muslimah. Ia berusaha tegar dan ketegarannya di kemudian hari berbuah manis, karena kakak perempuan dan anak laki-laki Fatimah akhirnya juga memutuskan untuk masuk Islam.
Empat tahun kuliah di jurusan studi Islam, Universitas Kazan, Fatimah belajar hadis, sirah, hukum Islam dan tentu saja Al-Quran. "Setiap kali membaca Quran, hati saya membuncah dengan perasaan ingin bertobat atas kehidupan saya di masa lalu, yang saya lewati tanpa karunia Allah. Penjelasan tentang surga dan neraka dalam Al-Quran, membuat imajinasi saya melambung tinggi ke langit," tutur Fatimah.
Sebagai seorang muslimah, Fatimah pelan-pelan juga mengubah cara berbusananya dengan mengenakan busana muslimah. Lagi-lagi ia menghadapi tekanan berat dari berbagai lapisan masyarakat di Rusia. "Tapi, sejak saya memutuskan untuk memeluk Islam secara penuh, saya hadapi semua tekanan itu," tukas Fatimah.
Tapi sebenarnya yang membuat Fatimah memutuskan masuk Islam? Menurut Fatimah, awal ketertarikannya pada Islam bermula pada tahun 1994, ketika ia pertama kalinya mendengar suara azan. Suara azan itu membuat badannya gemetar. Ia mencari tahu apa itu azan dan arti kalimat yang dikumandangkan dalam azan. Tapi, berbagai informasi yang bias tentang Islam. membuat Fatimah khawatir dan ragu untuk mendalami Islam, apalagi berpikir untuk masuk Islam.
Meski masih merasa ragu, Fatimah membaca riwayat tengan kehidupan Nabi Muhammad Saw, namun ia masih belum berani menyentuh Al-Quran karena ia merasa masih tidak pantas untuk menyentuh kitab suci kaum Muslimin itu. Perlahan-lahan, keberanian Fatimah muncul, ia menemukan Al-Quran adalah cermin dari kehidupan masyarakat islami dan ia tidak ragu lagi untuk lebih mendekatkan diri pada Islam.
"Alhamdulillah, perasaan ragu itu seketika hilang, dan berganti dengan kepuasan batin setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Allah Swt telah menganugerahkan hidayahnya yang istimewa buat saya. Saya merasa damai hidup dengan Islam," ujar Fatimah.
Tak lama setelah bersyahadat, pada tahun yang sama, 1994, Fatimah menunaikan ibadah haji. "Mekkah membuat saya terkagum-kagum. Melihat orang tawaf mengelilingin Kabah adalah kenangan tak terlupakan. Saya sangat terkesan melihat persaudaraan muslim seluruh dunia saat menunaikan ibadah haji," ungkap Fatimah.
Ia juga mengaku terkesan karena selama berhaji, ia tidak pernah melihat satu orang pun pengemis di kota Mekkah. Kota Mekkah juga tetap terjaga kebersihannya meski jutaan orang memadati kota itu saat musim haji. "Mekkah menjadi magnet yang membuat saya selalu ingin kembali ke sana, untuk memperbarui keimanan dan spiritual saya. Ibadah haji membuat hati saya tenang dan damai," sambung Fatimah.
Ditanya mengenai generasi muslim baru di Rusia, Fatimah mengungkapkan keprihatinannya karena banyak generasi muda muslim di Rusia sekarang ini yang enggan menikah. Salah satu penyebabnya, kata Fatimah, karena faktor ekonomi.
"Kondisi keluarga di Rusia, bisa dibilang rata-rata buruk. Banyak kaum ibu di Rusia yang harus bekerja sehingga tidak bisa memberikan perhatian yang cukup pada anak-anak mereka. Jika mereka tidak bekerja, keluarga di Rusia hanya mengandalkan pemasukan hanya dari suami, yang tidak bisa mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari. Itulah sebabnya, generasi muslim baru di Rusia, banyak yang tidak mau menikah dan cenderung menghindari tanggung jawab berkeluarga," papar Fatimah. (kw/TTT)
http://eramuslim.com/

Rabu, 26 Oktober 2011

Amalan Ibu Bapa untuk anak kecil

بسم الله الرحمن الرحيم
Untuk anak-anak kecil, letak tangan kanan di atas kepala mereka dan baca:-

Ya Raqib-7x
Ya Barr-7x
Ya Mutakkabbir-10x
Ya Matiin-10x
Ya Syahiid-21x

... dan doakan semoga menjadi Soleh, berbakti kepada kedua ibubapa, bijak, cerdas, tangkas dan sebagainya. Tiup di kepalanya.

Kalau boleh diamalkan semasa mereka (anak) tidur & selepas mereka bangun tidur. Jika yang bersekolah, ibubapa tiupkan pada air minuman mereka setiap pagi, InsyaALLAH.

Semoga terbentuk generasi Soleh/Solehah.

Amin.


Posted By : Wan Asrul
http://terapi-alfatah.blogspot.com/search/label/Amalan

Kedudukan arah Qiblat negara-negara di dunia

بسم الله الرحمن الرحيم






http://www.waraqat.net/2008/09/makah-zaman12.jpg

6 Perkara sentiasa mengelilingi manusia

بسم الله الرحمن الرحيم
Abu Bakar As-Siddiq R.A. Berkata :
1- Iblis sentiasa berdiri di hadapan manusia.
2- Hawa nafsu sentiasa berada di kanan manusia.
3- Cita-cita berada di sebelah kiri manusia.
4- Dunia sentiasa berada di belakang manusia.
5- Anggota badan manusia berada di sekeliling manusia.
6- Allah SWT ada di atas manusia.
Kitab Mutiara Kebijaksanaan Dalam Islam. M/S : 179.
 dari

Isnin, 24 Oktober 2011

6 Golongan manusia terkutuk di sisi Allah SWT

بسم الله الرحمن الرحيم
http://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2011/10/madloommolsk.jpg?w=211
Rasulullah SAW telah bersabda :
Ada 6 golongan manusia yang aku kutuk dan Allah SWT pun mengutuk mereka. Setiap nabi yang doanya  dimakbulkan mengutuk mereka. Mereka adalah :
1- Orang yang menambah-nambah ayat dalam kitab Allah SWT.
2- Orang yang mendustakan ketentuan Allah SWT.
3- Pemerintah yang kejam sehingga dia memuliakan orang yang dihinakan Allah SWT dan menghinakan orang yang dimuliakan oleh Allah SWT.
4- Orang yang menghalalkan perkara yang diharamkan oleh Allah SWT.
5- Orang yang menghalalkan perbuatan yang telah diharamkan oleh Allah SWT terhadap ahli bait ( keluarga Junjungan Rasulullah SAW ).
6- Orang yang meninggalkan Sunnahku.
Maka pada hari kiamat nanti Allah SWT tidak memandang mereka dengan pandangan rahmat - Hadis Riwayat Tirmizi dan Hakim.
Kitab Mutiara Kebijaksanaan Dalam Islam. M/S : 178.
 dari

6 Keanehan di zaman Rasulullah SAW yang sentiasa kita lihat

بسم الله الرحمن الرحيم

http://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2011/10/0.jpg?w=262&h=295
Rasulullah SAW telah bersabda :
Ada 6 perkara yang aneh dalam 6 keadaan :
1- Masjid terasa aneh (terasing) jika berada di tengah-tengah masyarakat yang tidak suka melakukan sunat di dalamnya.
2- Kitab-kitab terasa aneh (terasing) jika berada di rumah orang yang tidak suka membacanya.
3- Al-Quran terasa aneh ( terasing ) jika berada di rumah orang yang fasiq.
4- Wanita Muslimah yang Solehah terasa aneh ( terasing ) jika berada dalam kekuasaan suami yang zalim lagi berakhlak buruk.
5- Lelaki Muslim yang soleh terasa aneh (terasing ) jika berada dalam kekuasaan wanita yang hina lagi buruk akhlaknya.
6- Orang Alim terasa aneh ( terasing ) jika berada di tengah-tengah masyarakat yang tidak mahu mendengar nasihatnya.
Kitab Mutiara Kebijaksanaan Dalam Islam. M/S : 178.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails