Memaparkan catatan dengan label syahadah. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label syahadah. Papar semua catatan

Rabu, 5 Februari 2014

Penulis Amerika yang Masuk Islam Kerana Jilbab

Penulis Amerika yang Masuk Islam Kerana Jilbab

 
 
http://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2014/02/d3873-carissadlamkahouan-onislam.jpg?w=270
Banyak wanita Amerika Serikat yang mengenakan jilbab setelah menjadi mualaf. Namun, tidak demikian dengan Carissa D. Lamkahouan. Ia telah mengenakan jilbab sebelum masuk Islam. Dan dari pengalamannya yang unik tentang jilbab itu, ia kemudian bersyahadat.
Seperti dirilis onislam pasa pekan lalu, Carissa menuliskan kisahnya. Selama hampir satu setengah tahun, Carissa mempelajari agama Islam, prinspi-prinsip dan karakteristiknya.
“Tentu saja, sebagai seorang wanita, saya sangat tertarik terutama pada isu-isu perempuan. Dan jilbab sebagai identitas muslimah yang khas, membuat saya sangat tertarik,” tuturnya.
Dan entah mengapa, Carissa menemukan dirinya terpesona dengan wanita yang mengenakan jilbab.
Seiring berjalannya studi Islam-nya, Carissa rajin pergi ke toko buku dan membaca dengan teliti referensi Islam dalam versi bahasa Inggris. Baik Al Quran, hadits maupun kisah-kisah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Dan pada suatu hari, ia menemukan jilbab di barisan abaya. Carissa yang tertarik dengan benda itu kemudian menemukan keberanian untuk mencoba.
“Itu penutup kepala pertama yang saya beli,” kenangnya.
Ketika memakainya untuk pertama kali, Carissa merasakah sesuatu yang aneh.
“Saya melihat sekilas diriku di cermin, terus terang saya terkejut dengan kain hijau di atas kepalaku itu. Saya melihat bayangan saya sebagai orang yang berbeda, asing. Ada stereotif negatif dalam bayangan wanita berjilbab seperti digambarkan oleh media,” tambahnya.
Namun, itu tidak berlangsung lama. Carissa dengan cepat kembali ke alam rasionalnya. “Bahwa saya membelinya untuk dipakai jika saya perlu untuk pergi ke masjid,” katanya dalam hati, mengingat tujuannya untuk mempelajari Islam lebih dalam dengan mengunjungi masjid-masjid.
“Sekarang saya menyadari bahwa membeli jilbab saat itu adalah langkah awal saya mendapatkan hidayah,” tuturnya.
Beberapa bulan berlalu. Namun Carissa belum mendapatkan kesempatan untuk memakai jilbab itu seperti rencananya. Di samping, ia tidak terlalu suka dengan warna dan model jilbab tersebut. Hingga kemudian, ia pun membeli jilbab yang ia sukai saat kembali ke toko buku.
Carissa kemudian mulai memakai jilbabnya dalam berbagai kesempatan. Saat berkunjung ke toko makanan halal, saat ke toko buku, dan beberapa kesempatan yang lain, ia menutup rambutnya dengan jilbab. Hingga suatu malam, ia pergi bersama sang suami dengan memakai jilbab. Di situlah perubahan besar terjadi.
“Aku merasa aman dan nyaman. Aku tak lagi mendapati pandangan laki-laki menganggu yang tertuju padaku.”
Carissa pun makin terbiasa memakai jilbab. Dan seiring semakin dalam ia mempelajari Islam, akhirnya ia juga memutuskan untuk bersyahadat.
Kini Carissa merasakan martabat dan kemuliannya sebagai wanita dengan jilbab sebagai mahkotanya. Ia tak lagi takut digoda lelaki, dan lebih dari itu, ia menyadari bahwa memakai jilbab adalah ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. [IK/bersamadakwah]

Jumaat, 24 Februari 2012

Empat Perkara Mempunyai Kelebihan Besar

بسم الله الرحمن الرحيم
Rasulullah s.a.w. bersabda “Sesungguhnya sedekah secara tersembunyi dapat memadamkan murka Tuhan, dan sesungguhnya silaturrahim dapat menambahkan umur. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang ma’ruf (baik) dapat menghindarkan keburukan-keburukan yang membinasakan, dan sesungguhnya ucapan “Laa Ilaaha Illallaah” dapat menghindarkan orang yang mengucapkannya dari sembilan puluh sembilan (99) musibah, dan musibah yang paling rendah adalah dukacita (Riwayat Ibnu Asakir melalui Ibnu Abbas r.a.)
1.Sedekah.
Rasulullah s.a.w. bersabda “Sesungguhnya sedekah itu benar-benar dapat memadamkan panas kubur bagi pelakunya, sesungguhnya orang mukmin kelak di hari kiamat hanyalah bernaung dalam sedekahnya (Riwayat Thabrani melalui Uqbah Ibnu Amir r.a.).
Malaikat turut mendoakan agar Allah swt menggantikan harta kepada orang yang bersedekah.

Rasulullah s.a.w. bersabda “Tiada hari di mana hamba berada di dalamnya kecuali ada dua malaikat yang turun, salah satu dari keduanya berkata, ‘Ya Allah berikanlah ganti kepada orang yang bersedekah, sedangkan satunya lagi berkata, ‘Ya Allah berikanlah kehancuran (bala) kepada orang yang tidak mau bersedekah’.”
2.Silaturrahim memanjangkan umur. 
Islam mementingkan silaturrahim. Dalam hadis yang lain disebut, seribu (1,000) kawan masih dikira sedikit, seorang musuh sudah dikira ramai. Rasulullah s.a.w. bersabda “Sesiapa yang ingin diperluaskan rezeki dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menghubungkan silaturrahim” (Riwayat Bukhari)
3. Amalan kebaikan. 
Apa saja amalan kebaikan yang dilakukan dapat mengindarkan pelakunya dari sebarang kemalangan atau musibah yang teruk. Sebagai contoh, jika seseorang berlaku kemalangan kereta, hanya kereta sahaja yang kemek sedikit tetapi orang itu tidak mati atau tidak mengalami cedera parah.

Apabila seseorang melakukan sesuatu kebaikan, umurnya ditambah dan apabila seseorang itu melakukan sesuatu kejahatan, umurnya berkurangan. Timbul persoalan, ada juga orang jahat yang umurnya panjang meninggal dunia ketika berumur 90 tahun. Maka jawabnya, “mungkin umur asalnya 95 tahun, tetapi dipendekkan disebabkan kejahatannya”. Ada juga orang baik yang meninggal dunia pada umur muda misalnya 30 tahun. Maka jawabnya, “mungkin umur asalnya 25 tahun, tetapi ditambah disebabkan kebaikannya.
4. Ucapan “Laa Ilaaha Illallaah”
Zikir ini dapat menolak 99 jenis musibah dan setidak-tidaknya ia memberikan ketenangan. Justeru itu jadikanlah zikir ini sebagai wirid harian samada pada waktu pagi atau petang.
Dalam sebuah riwayat diceritakan bahawa Nabi Musa telah berdialog dengan Allah swt. Dalam dialog itu Nabi Musa berkata: Ya Allah, ajarlah kami satu kalimah yang dapat kami gunakan untuk berzikir dan berdoa kepadaMu.
Jawab Allah swt : ucapkanlah “Lailaha illallah...” Wahai Musa.
Maka kata Nabi Musa : Semua umatmu sudah mengucapkan kalimah itu wahai tuhan
Jawab Allah : Wahai Musa, andaikan langit yang tujuh beserta seluruh penghuninya, dan bumi yang tujuh ditimbang dengan kalimah “Lailaha illallah, nescaya masih berat “Lailaha illallah
Zikir yang terbaik ialah Kalimatul Hak iaitu “La ila ha illallah” sepertimana maksud hadith:
Dari Ibnu Abbas Radiallahu-Anhuma bahawa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: “Demi yang diriku ditangannya (kekuasaannya), jika sekiranya segala langit dan bumi dan siapa yang ada padanya dan apa-apa yang ada di antaranya dan apa-apa yang ada di bawahnya diletakkan disebelah dacing dan kalimah La Ilaha Illallah disebelah yang lain, maka dacing kalimah (La Ilaha Illallah) itulah yang lebih berat”. (Riwayat Al-Imam At-Thabrani)
Kalimatul Hak itu menunjukkan keesaan Allah swt. Kalau ada tuhan selain Allah swt, maka kita juga terpaksa memenuhi perintah tuhan yang lain. Jikalau ada 2 atau 3 tuhan (selain Allah), musnahlah kita bila tuhan-tuhan itu berperang antara satu sama lain.
Al-Anbiyaa [22] : Kalau ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan yang lain dari Allah, nescaya rosaklah pentadbiran kedua-duanya. Maka (bertauhidlah kamu kepada Allah dengan menegaskan): Maha Suci Allah, Tuhan yang mempunyai Arasy, dari apa yang mereka sifatkan.
sumber : 
http://nasbunnuraini.wordpress.com/2011/12/14/empat-perkara-yang-besar-kelebihan/#more-5486

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails