Ahad, 30 Oktober 2011

6 Perkara wajib orang mukmin takuti

بسم الله الرحمن الرحيم
http://www.discoveringislam.org/Mecca%20new%20Hi-Rises%202.jpg
Uthman bin Affan berkata :
Serang mukmin seharusnya takut kepada 6 perkara :
1-  Takut kepada Allah SWT, jangan-jangan Allah SWT mencabut iman semasa nazak.
2- Takut kepada Malikat Pencatit Amal, jangan-jangan mereka  menulis amal kita dengan catatan yang sangat memalukan. Jika diumumkan pada hari Kiamat nanti.
3- Takut kepada syaitan,  jangan-jangan para syaitan itu berjaya merosakkan amal yang kita kerjakan.
4- Takut kepada Malikat Izraeil , jangan-jangan ia mencabut nyawa kita ketika lupa kepada Allah SWT.
5- Takut kepada dunia, jangan-jangan dunia itu membuat kita  terlena sehingga kita lupa urusan Akhirat.
6- Takut kepada keluarga sendiri, jangan-jangan mereka telah menyibukkan kita untuk memenuhi urusan mereka sehingga kita melupakan Ketaatan kepada Allah SWT.
Kitab Mutiara Kebijaksanaan Dalam Islam. M/S : 185.
 dari

Sabtu, 29 Oktober 2011

Jumaat, 28 Oktober 2011

Kisah Pengingkaran Dan Sifat Lupa Nabi Adam

بسم الله الرحمن الرحيم


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ مَسَحَ ظَهْرَهُ فَسَقَطَ مِنْ ظَهْرِهِ كُلُّ نَسَمَةٍ هُوَ خَالِقُهَا مِنْ ذُرِّيَّتِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَجَعَلَ بَيْنَ عَيْنَيْ كُلِّ إِنْسَانٍ مِنْهُمْ وَبِيصًا مِنْ نُورٍ ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى آدَمَ فَقَالَ أَيْ رَبِّ مَنْ هَؤُلَاءِ قَالَ هَؤُلَاءِ ذُرِّيَّتُكَ فَرَأَى رَجُلًا مِنْهُمْ فَأَعْجَبَهُ وَبِيصُ مَا بَيْنَ عَيْنَيْهِ فَقَالَ أَيْ رَبِّ مَنْ هَذَا فَقَالَ هَذَا رَجُلٌ مِنْ آخِرِ الْأُمَمِ مِنْ ذُرِّيَّتِكَ يُقَالُ لَهُ دَاوُدُ فَقَالَ رَبِّ كَمْ جَعَلْتَ عُمْرَهُ قَالَ سِتِّينَ سَنَةً قَالَ أَيْ رَبِّ زِدْهُ مِنْ عُمْرِي أَرْبَعِينَ سَنَةً فَلَمَّا قُضِيَ عُمْرُ آدَمَ جَاءَهُ مَلَكُ الْمَوْتِ فَقَالَ أَوَلَمْ يَبْقَ مِنْ عُمْرِي أَرْبَعُونَ سَنَةً قَالَ أَوَلَمْ تُعْطِهَا ابْنَكَ دَاوُدَ قَالَ فَجَحَدَ آدَمُ فَجَحَدَتْ ذُرِّيَّتُهُ وَنُسِّيَ آدَمُ فَنُسِّيَتْ ذُرِّيَّتُهُ وَخَطِئَ آدَمُ فَخَطِئَتْ ذُرِّيَّتُهُ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Telah menceritakan kepada kami Abd bin Humaid telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Sa'ad dari Zaid bin Aslam dari Abu Shalih dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: "Saat Allah menciptakan Adam, Ia mengusap punggungnya lalu dari punggungnya berjatuhan setiap jiwa yang diciptakan Allah dari keturunan Adam hingga hari kiamat dan Ia menjadikan kilatan cahaya diantara kedua mata setiap orang dari mereka, kemudian mereka dihadapkan kepada Adam, ia bertanya: 'Wahai Rabb, siapa mereka? ' Allah menjawab: 'Mereka keturunanmu'. Adam melihat seseorang dari mereka dan kilatan cahaya diantara kedua matanya membuatnya kagum, Adam bertanya: Wahai Rabb siapa dia? Allah menjawab: Ia orang akhir zaman dari keturunanmu bernama Dawud. Adam bertanya: Wahai Rabb, berapa lama Engkau menciptakan umurnya? Allah menjawab: Enampuluh tahun. Adam bertanya: Wahai Rabb, tambahilah empatpuluh tahun dari umurku. Saat usia Adam ditentukan, malaikat maut mendatanginya lalu berkata: Bukankah usiaku masih tersisa empatpuluh tahun. Malaikat maut berkata: Bukankah kau telah memberikannya kepada anakmu, Dawud. Adam membantah lalu keturunannya juga membantah. Adam dibuat lupa dan keturunannya juga dibuat lupa. Adam salah dan keturunannya juga salah." Abu Isa berkata: Hadits ini hasan shahih. Diriwayatkan melalui sanad lain dari Abu Hurairah dari Nabi صلى الله عليه و سلم (HR. Tirmidzi No. 3002)
Pengingkaran dan sifat lupa merupakan dua perkara yang seringkali dilakukan seorang manusia. Berdasarakn hadits di atas ternyata kedua perkara tersebut telah dilakukan oleh kakek moyang ummat manusia, yaitu Nabiyullah Adam ‘alahis-salam. Dari hadits tersebut kita dapat menemukan beberapa pelajaran:
Pertama, Allah سبحانه و تعالى memperlihatkan kepada Adam ‘alahis-salam anak-keturunannya sejak generasi pertama keturunan Adam ‘alahis-salam hingga hari kiamat. Subhaanallah.
Kedua, Allah سبحانه و تعالى menjadikan kilatan cahaya diantara kedua mata setiap orang dari anak-keturunan Adam ‘alaihis-salam.
Ketiga, ada salah seorang di antara keturunan Adam ‘alaihis-salam yang kilauan cahayanya membuat Adam ‘alaihis-salam kagum. Ternyata ia adalah Nabiyullah Dawud ‘alahis-salam. Sedemikian kagumnya Adam ‘alaihis-salam sehingga ia mengusulkan kepada Allah سبحانه و تعالى agar memanjangkan umur Dawud ‘alaihis-salam. Adam ‘alaihis-salam merelakan empat-puluh tahun umurnya untuk disedekahkan kepada keturunannya Dawud ‘alaihis-salam. Tetapi ketika usia Adam ‘alaihis-salam sudah lanjut ia lupa akan janjinya. Malaikat maut yang bertugas untuk mencabut nyawanya diingkari oleh Adam ‘alaihis-salam. Adam ‘alaihis-salam merasa yakin umurnya seharusnya masih bersisa empat-puluh tahun lagi hidup di dunia. Ia lupa bahwa ia pernah berjanji di hadapan Allah سبحانه و تعالى untuk menyedekahkan empat-puluh tahun umurnya kepada Dawud ‘alaihis-salam.
Maka Malaikat Maut berkata: “Bukankah kau telah memberikannya kepada anakmu, Dawud...?” Adam membantah sehingga kita anak-keturunannya juga biasa membantah. Adam dibuat lupa sehingga anak-keturunannya juga dibuat lupa. Adam salah sehingga anak-keturunannya juga sering berbuat salah.
Itulah sebabnya di dalam bahasa Arab dikatakan bahwa manusia disebut “insan” karena kata insan bermakna “makhluk yang sering nasiya (lupa).”
Maka saudaraku, agar sifat manusia yang biasa ingkar, lupa dan berbuat salah dapat kita tekan sedapat mungkin, marilah kita kuatkan hubungan dengan Allah سبحانه و تعالى . Sebab Allah سبحانه و تعالى sendiri mengatakan bahwa manusia akan menjadi “lupa diri” karena ia lupa mengingat Allah سبحانه و تعالى
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ أُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Hasyr [59] : 19)
Dan marilah kita mengingat Allah سبحانه و تعالى dengan ingat yang sebanyak-banyaknya agar Allah سبحانه و تعالى memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang beriman sejati bukan seperti kaum munafik. Orang-orang beriman sejati adalah mereka yang keimanannya mencakup pembenaran di dalam hati, ikrar di lisan dan dibuktikan dengan segenap anggota tubuhnya. Sedangkan kaum munafik adalah mereka yang sekedar menampilkan gejala keimanan tetapi sesungguhnya membatin di dalam dirinya kekufuran. Dan kaum munafik tidak mau mengingat Allah سبحانه و تعالى kecuali sedikit saja, sekedar basa-basi alias sandiwara di hadapan manusia.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً
“Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab [33] : 41)
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُواْ إِلَى الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali .” (QS. An-Nisa [4] : 142)
dari

Gadis desa Australia pilih Islam sebagai agama

بسم الله الرحمن الرحيم

http://2.bp.blogspot.com/-RKJ13XgX-oo/Th-AqkW-kXI/AAAAAAAAJAM/EmyuleTffDg/s1600/labianca.jpg
La Bianca hanya seorang perempuan desa sederhana yang dibesarkan di sebuah ladang peternakan di Perth, Australia Barat. Ketika masih kanak-kanak, ia mempunyai haiwan kesayangan, seekor kangaru.
Ia juga membantu orang tuanya memelihara lembu dan biri-biri. Walaupun perempuan, La Bianca suka berburu. Arnab dan anjing hutan menjadi sasaran buruannya.
Keluarganya tidak terlalu kuat mengajarkan agama. Tapi La Bianca percaya adanya Tuhan dan ia dididik dengan tradisi dan nilai-nilai moral keluarga Itali, dimana seorang anak gadis sangat dijaga dan dilindungi.
Setiap Minggu, La Bianca dan keluarganya mengikuti misa ke gereja. Namun buat La Bianca, kedatangannya ke gereja cuma ikut-ikutan keluarganya saja, kerana ia mengaku tidak faham apapun tentang agama yang dianutnya.
Yang ia tahu, ia harus memakai gaun berwarna putih dan mengucapkan beberapa baris doa semasa perlu melakukan komuni. Yang ia tahu, Jesus dan Maria hanya patung yang dipasang di gereja. Tapi, La Bianca tetap percaya Tuhan itu ada dan ia tetap berdoa pada Tuhan.
Hingga beralih remaja, La Bianca tidak pernah pergi ke bandar, sehingga ia menjadi remaja yang merasa puas dan naif. Walaupun demikian, ada sisi positif dari keadaan seperti itu.
La Bianca menjadi remaja yang sikapnya lebih semulajadi dan lebih terbuka. Jika orang-orang bandar suka bersikap lebih keras dan emosional, orang desa seperti La Bianca suka menerima setiap orang seadanya.
Hanya pada usia 16 tahun, La Bianca meninggalkan kehidupan desa. Keluarga besar La Bianca yang keturunan Itali, banyak dimana-mana dan tinggal di bandar-bandar Australia dan ia tinggal dengan salah seorang emak saudaranya.
La Bianca mendapat pekerjaan pertamanya sebagai resepsionis. Di tempat kerjanya ia bertemu dengan seorang muslimah berasal Afrika Selatan bernama Tasneem. 
Tasneem bukan tipikal muslim yang taat. Ia tidak mengenakan tudung  atau solat, tapi Tasneem selalu memastikan ia tidak makan makanan yang dilarang dalam agama Islam.
Tasneem juga tidak minum minuman beralkohol. Namun Tasneem sering pergi keluar berkawan. Orang tua Tasneem mengizinkan anak perempuan mereka berkawan, asalkan pulang tidak terlalu larut malam.
Satu perkara yang dipelajari La Bianca dari Tasneem adalah puasa di bulan Ramadan. Ia selalu merasa tertarik dengan Muslim, kerana setiap muslim yang ia jumpai selalu bersikap mesra, ramah dan menerimanya seadanya, dan ia melihat seorang muslim selalu cinta keluarga.
La Bianca merasa nyaman bersosialisasi dengan teman-teman muslimnya. Suasana kekeluargaan yang ia rasakan, membuatnya selalu teringat akan kehidupan desa yang ia tinggalkan selama ini.
Secara khusus, La Bianca mengaku lebih senang bergaul dengan mereka yang berasal dari atau keturunan orang Afrika. Kerana orang-orang Afrika, menurutnya, lebih mesra dan ramah.
Sedangkan orang Eropah, kata La Bianca, sikapnya dingin dan banyak menciptakan dinding pemisah di tengah pergaulan dengan orang lain.
Sikap La Bianca sama dengan ayahnya, yang selalu menghormati semua orang, tanpa melihat latar belakang etniknya. Berbeza dengan ibunya yang agak rasis. Ibu Bianca masih beranggapan bahawa orang-orang Eropah lebih bertamadun dibandingkan dengan bangsa lainnya.
Kerana sering bergaul dengan muslim, teman-teman muslim Bianca terus bertambah. Dari mereka, ia tahu bahawa seorang muslim wajib menunaikan salat lima waktu setiap hari. Tapi La Bianca mulai banyak tahu tentang Islam ketika ia menikah dengan seorang lelaki muslim.
“Saya ingat, ketika ia bertemu saya, ia terus mengenalkan saya pada ibunya dan mengatakan bahawa mereka ingin membuat komitmen jangka panjang–berkahwin dan membina keluarga,”kata La Bianca.
Sejak itu, ia mulai mengikuti kursus agama Islam. Ia juga mulai mengubah cara berpakaiannya. La Bianca mulai mengenakan baju dan kain yang longgar. Ia mengatakan, semasa belajar tentang Allah Yang Maha Besar, ia merasa semua ajaran Islam masuk akal, indah dan harmoni.
Perkara terberat bagi Bianca setelah belajar Islam adalah ketika ia memakai tudung. Tudung yang dikenakannya, mengubah citra dan sangat mempengaruhi jiwanya.
“Di kampung halaman, di peternakan keluarga kami, di tempat kerja, orang selalu menanyakan mengapa saya mengenakan tudung itu,” ungkap Bianca.
Pertama kali melihatnya bertudung, ayah Bianca berfikir bahawa Bianca tidak menghormati teman-teman ayahnya jika tidak mengenakan busana yang membuat senang teman-teman ayah Bianca.
Bianca mengakui, awalnya ia merasa bersalah kerana membuat ayahnya merasa tidak dihormati. Tapi seiring dengan menguatnya keyakinan pada Allah Yang Mahakuasa, Bianca menyedari bahawa ia ingin membuat Allah Swt senang lebih dari keinginannya untuk menyenangkan manusia.
“Saya berkata pada diri saya sendiri, bahawa saya tidak mahu membuat tolak ansur apapun, kerana saya tahu bahawa saya sudah melakukan perkara yang benar. Saya juga tahu, jika saya mulai melakukan kompromi, maka kompromi itu tidak akan pernah berhenti dan saya akan hidup tanpa Islam sama sekali. Saya tidak mahu itu terjadi,” tukas La Bianca.
Walaupun diawal mengenakan tudung ia merasa tidak selesa dan kesukaran. La Bianca merasakan sendiri, setelah mengenakan tudung, tidak ada lelaki yang berani menggodanya dan ia merasa lebih dihormati sebagai perempuan.
“Saya mengagumi konsep bahawa kaum perempuan ibarat harta karun berharga, dan oleh sebab itu harus dilindungi dan hanya boleh dilihat oleh mereka yang berhak melihatnya,” ujar La Bianca.
Ia akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat, disaksikan oleh beberapa orang sahabatnya pada tahun 2008. Bagi Bianca, Islam adalah kebenaran dan ia ingin terus dan terus memperdalam pengetahuannya tentang agama Islam.
Suami dan keluarga suaminya memberikan sokongan moral pada La Bianca untuk mengenakan tudung, walaupun perlu waktu untuk La Bianca untuk pada akhirnya mengenakan tudung dengan betul. eramuslim.com

Islam Mengisi Kekosongan Hatiku-Mantan Anggota Parlemen Rusia

بسم الله الرحمن الرحيم
Setelah memeluk Islam pada tahun 1994, mantan anggota parlemen Rusia ini menggunakan nama islami Fatimah Abdur Rasheed. Ia lalu menunaikan ibadah haji dan mendalami agama Islam dengan belajar di jurusan studi Islam, Universitas Kazan, Republik Tartaristan.
Fatimah mengungkapkan setelah memeluk Islam, ia merasakan sebuah "revolusi" dalam dirinya. Aktivitas sosial Fatimah, membuatnya dikenal masyarakat sehingga mudah baginya terpilih sebagai anggota parlemen Rusia. Tapi Fatimah mengaku selalu merasakan kekecewaan yang mendalam dalam hatinya.
"Saya merasa ada yang kosong dalam diri saya. Maka, sejak awal saya menegaskan harus mengisi kekosongan itu dengan bimbingan dari Allah Swt. dan Islam menjadi agama yang saya pilih," ujar Fatimah menceritakan awal dirinya masuk Islam.
Namun, setelah mengucap dua kalimat syahadat, Fatimah menghadapi tantangan baru yang lebih berat. Ia diboikot oleh suami dan seluruh anggota keluarganya. Tapi hal itu tidak menggoyahkan tekad Fatimah untuk tetap menjadi seorang muslimah. Ia berusaha tegar dan ketegarannya di kemudian hari berbuah manis, karena kakak perempuan dan anak laki-laki Fatimah akhirnya juga memutuskan untuk masuk Islam.
Empat tahun kuliah di jurusan studi Islam, Universitas Kazan, Fatimah belajar hadis, sirah, hukum Islam dan tentu saja Al-Quran. "Setiap kali membaca Quran, hati saya membuncah dengan perasaan ingin bertobat atas kehidupan saya di masa lalu, yang saya lewati tanpa karunia Allah. Penjelasan tentang surga dan neraka dalam Al-Quran, membuat imajinasi saya melambung tinggi ke langit," tutur Fatimah.
Sebagai seorang muslimah, Fatimah pelan-pelan juga mengubah cara berbusananya dengan mengenakan busana muslimah. Lagi-lagi ia menghadapi tekanan berat dari berbagai lapisan masyarakat di Rusia. "Tapi, sejak saya memutuskan untuk memeluk Islam secara penuh, saya hadapi semua tekanan itu," tukas Fatimah.
Tapi sebenarnya yang membuat Fatimah memutuskan masuk Islam? Menurut Fatimah, awal ketertarikannya pada Islam bermula pada tahun 1994, ketika ia pertama kalinya mendengar suara azan. Suara azan itu membuat badannya gemetar. Ia mencari tahu apa itu azan dan arti kalimat yang dikumandangkan dalam azan. Tapi, berbagai informasi yang bias tentang Islam. membuat Fatimah khawatir dan ragu untuk mendalami Islam, apalagi berpikir untuk masuk Islam.
Meski masih merasa ragu, Fatimah membaca riwayat tengan kehidupan Nabi Muhammad Saw, namun ia masih belum berani menyentuh Al-Quran karena ia merasa masih tidak pantas untuk menyentuh kitab suci kaum Muslimin itu. Perlahan-lahan, keberanian Fatimah muncul, ia menemukan Al-Quran adalah cermin dari kehidupan masyarakat islami dan ia tidak ragu lagi untuk lebih mendekatkan diri pada Islam.
"Alhamdulillah, perasaan ragu itu seketika hilang, dan berganti dengan kepuasan batin setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Allah Swt telah menganugerahkan hidayahnya yang istimewa buat saya. Saya merasa damai hidup dengan Islam," ujar Fatimah.
Tak lama setelah bersyahadat, pada tahun yang sama, 1994, Fatimah menunaikan ibadah haji. "Mekkah membuat saya terkagum-kagum. Melihat orang tawaf mengelilingin Kabah adalah kenangan tak terlupakan. Saya sangat terkesan melihat persaudaraan muslim seluruh dunia saat menunaikan ibadah haji," ungkap Fatimah.
Ia juga mengaku terkesan karena selama berhaji, ia tidak pernah melihat satu orang pun pengemis di kota Mekkah. Kota Mekkah juga tetap terjaga kebersihannya meski jutaan orang memadati kota itu saat musim haji. "Mekkah menjadi magnet yang membuat saya selalu ingin kembali ke sana, untuk memperbarui keimanan dan spiritual saya. Ibadah haji membuat hati saya tenang dan damai," sambung Fatimah.
Ditanya mengenai generasi muslim baru di Rusia, Fatimah mengungkapkan keprihatinannya karena banyak generasi muda muslim di Rusia sekarang ini yang enggan menikah. Salah satu penyebabnya, kata Fatimah, karena faktor ekonomi.
"Kondisi keluarga di Rusia, bisa dibilang rata-rata buruk. Banyak kaum ibu di Rusia yang harus bekerja sehingga tidak bisa memberikan perhatian yang cukup pada anak-anak mereka. Jika mereka tidak bekerja, keluarga di Rusia hanya mengandalkan pemasukan hanya dari suami, yang tidak bisa mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari. Itulah sebabnya, generasi muslim baru di Rusia, banyak yang tidak mau menikah dan cenderung menghindari tanggung jawab berkeluarga," papar Fatimah. (kw/TTT)
http://eramuslim.com/

Rabu, 26 Oktober 2011

Amalan Ibu Bapa untuk anak kecil

بسم الله الرحمن الرحيم
Untuk anak-anak kecil, letak tangan kanan di atas kepala mereka dan baca:-

Ya Raqib-7x
Ya Barr-7x
Ya Mutakkabbir-10x
Ya Matiin-10x
Ya Syahiid-21x

... dan doakan semoga menjadi Soleh, berbakti kepada kedua ibubapa, bijak, cerdas, tangkas dan sebagainya. Tiup di kepalanya.

Kalau boleh diamalkan semasa mereka (anak) tidur & selepas mereka bangun tidur. Jika yang bersekolah, ibubapa tiupkan pada air minuman mereka setiap pagi, InsyaALLAH.

Semoga terbentuk generasi Soleh/Solehah.

Amin.


Posted By : Wan Asrul
http://terapi-alfatah.blogspot.com/search/label/Amalan

Kedudukan arah Qiblat negara-negara di dunia

بسم الله الرحمن الرحيم






http://www.waraqat.net/2008/09/makah-zaman12.jpg

6 Perkara sentiasa mengelilingi manusia

بسم الله الرحمن الرحيم
Abu Bakar As-Siddiq R.A. Berkata :
1- Iblis sentiasa berdiri di hadapan manusia.
2- Hawa nafsu sentiasa berada di kanan manusia.
3- Cita-cita berada di sebelah kiri manusia.
4- Dunia sentiasa berada di belakang manusia.
5- Anggota badan manusia berada di sekeliling manusia.
6- Allah SWT ada di atas manusia.
Kitab Mutiara Kebijaksanaan Dalam Islam. M/S : 179.
 dari

Isnin, 24 Oktober 2011

6 Golongan manusia terkutuk di sisi Allah SWT

بسم الله الرحمن الرحيم
http://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2011/10/madloommolsk.jpg?w=211
Rasulullah SAW telah bersabda :
Ada 6 golongan manusia yang aku kutuk dan Allah SWT pun mengutuk mereka. Setiap nabi yang doanya  dimakbulkan mengutuk mereka. Mereka adalah :
1- Orang yang menambah-nambah ayat dalam kitab Allah SWT.
2- Orang yang mendustakan ketentuan Allah SWT.
3- Pemerintah yang kejam sehingga dia memuliakan orang yang dihinakan Allah SWT dan menghinakan orang yang dimuliakan oleh Allah SWT.
4- Orang yang menghalalkan perkara yang diharamkan oleh Allah SWT.
5- Orang yang menghalalkan perbuatan yang telah diharamkan oleh Allah SWT terhadap ahli bait ( keluarga Junjungan Rasulullah SAW ).
6- Orang yang meninggalkan Sunnahku.
Maka pada hari kiamat nanti Allah SWT tidak memandang mereka dengan pandangan rahmat - Hadis Riwayat Tirmizi dan Hakim.
Kitab Mutiara Kebijaksanaan Dalam Islam. M/S : 178.
 dari

6 Keanehan di zaman Rasulullah SAW yang sentiasa kita lihat

بسم الله الرحمن الرحيم

http://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2011/10/0.jpg?w=262&h=295
Rasulullah SAW telah bersabda :
Ada 6 perkara yang aneh dalam 6 keadaan :
1- Masjid terasa aneh (terasing) jika berada di tengah-tengah masyarakat yang tidak suka melakukan sunat di dalamnya.
2- Kitab-kitab terasa aneh (terasing) jika berada di rumah orang yang tidak suka membacanya.
3- Al-Quran terasa aneh ( terasing ) jika berada di rumah orang yang fasiq.
4- Wanita Muslimah yang Solehah terasa aneh ( terasing ) jika berada dalam kekuasaan suami yang zalim lagi berakhlak buruk.
5- Lelaki Muslim yang soleh terasa aneh (terasing ) jika berada dalam kekuasaan wanita yang hina lagi buruk akhlaknya.
6- Orang Alim terasa aneh ( terasing ) jika berada di tengah-tengah masyarakat yang tidak mahu mendengar nasihatnya.
Kitab Mutiara Kebijaksanaan Dalam Islam. M/S : 178.

Ahad, 23 Oktober 2011

6 Dosa yang tidak diampun Allah SWT walaupun dengan Taubat

بسم الله الرحمن الرحيم
http://www.inshad.com/forum/upload/userimages/13157/87456273.jpg
1- Makan harta anak yatim secara haram.
2- Menuduh wanita solehah berzina.
3- Lari dari medan Jihad yang memperjuangkan kalimah Allah SWT.
4- Melakukan sihir.
5- Bersyirik kepada Allah SWT atau menyamakan kedudukan Allah SWT dengan makhluk.
6- Membunuh Para Nabi yang diutuskan oleh Allah SWT.
Kitab Tanbihul  Ghafilin , Jilid 1 & 2.  M/S : 532.
 dari

Isnin, 17 Oktober 2011

Abdullah ibnu Umm Maktum si buta yang celik

بسم الله الرحمن الرحيم
Si Buta Yang Celik…
Abdullah Ibn Umm Maktum bukanlah seorang pembesar negara mahupun seorang ketua panglima perang tetapi sahabat yang buta ini adalah seorang yang begitu hampir dengan Rasullulah saw. Namanya terbaris sebagai salah seorang generasi al Quran yang unik kerana bumi Allah ini pernah dibasahi oleh ayat-ayat al Quran sebanyak dua kali kerananya.
Di antara kehebatannya yang tercatat di lembaran sejarah ialah apabila beliau telah dipilih oleh Rasulullah saw bersama Mus’ab Ibn Umair untuk meredahi padang pasir sebagai sahabat yang pertama berhijrah ke Madinah. Bayangkanlah bagaimana si buta ini boleh mengatur strategi hijrah yang begitu berisiko ini. Andai kata dia dan Mus’ab yang masih muda tersilap langkah, bukan sahaja nyawa mereka bakal melayang tetapi juga masa depan Islam di Madinah yang belum lagi menentu pada ketika itu.

Satu lagi kisah beliau yang cukup menarik yang berlaku di Madinah sebelum wafatnya Rasulullah saw ialah ketika beliau pernah meminta keringanan daripada Rasullulah saw untuk mengerjakan solat fardhu di rumah apabila beliau menjelang tua.
“Ibn Umm Maktum berkata: Wahai Rasulullah, saya seorang yang buta dan rumahku pula jauh dari masjid. Penunjuk jalan saya tidak serasi dengan diri saya. Adakah keringanan untuk saya bersolat di rumah? Rasulullah saw bertanya: “Adakah engkau mendengar azan?” Jawabku: Ya. Rasulullah saw bersabda: “Kamu tidak mendapat keringanan.” [HR Abu Daud No. 552, “Sahih”].
Beliau sebenarnya mempunyai banyak sebab yang mendorongnya untuk bertanya kepada Rasulullah saw. Di antaranya ialah :
  • Rumahnya jauh daripada masjid
  • Dia telah tua pada ketika itu
  • Badannya tidak kuat dan anggota badan semakin lemah
  • Matanya buta (atau rabun yang amat sangat)
  • Beliau terpaksa melalui ladang tamar
  • Beliau terpaksa meredahi sarang labah-labah (terutamanya solat subuh)
Walaupun terpaksa berhadapan dengan pelbagai halangan ini, beliau tetap terus istiqamah bersolat lima waktu sehari semalam secara berjamaah di atas arahan Rasulullah. Beliau ke masjid dengan panduan tali yang diikat oleh para sahabat yang lain daripada rumahnya ke pohon-pohon tamar di sepanjang perjalanan sehinggalah sampai ke masjid. Begitulah iltizamnya beliau dengan amalan-amalan Islam.
Setelah Rasulullah saw wafat, Abdullah Ibn Umm maktum terus tinggal di Madinah sehinggalah umat Islam bersiap-siaga untuk menyertai peperangan Qaadisiyah iaitu peperangan yang akan menentukan jatuh bangunnya empayar Islam bagi menamatkan kezaliman Parsi. Jika para sahabat menang, maka akan jatuhlah empayar hebat yang digeruni ini dan akan tamatlah kezaliman mereka.
Beliau memohon kepada Umar al Khattab untuk pergi berjihad dengan katanya, “ Wahai Umar, tentera Islam memerlukan seseorang yang memegang janjinya. Berilah tanggung jawab itu kepadaku. Aku ini buta dan akan ku redahi semua yang di hadapanku. Engkau akan memerlukan orang yang tidak menjatuhkan atau membuat panji Islam tergelincir. Akulah orangnya. Aku akan mara ketika orang lain mengelak tikaman. Aku tidak mengelak tikaman dan englau memerlukan orang seperti aku…..”.
Umar memberikan keizinan ini setelah beliau berfikir panjang. Apa tidaknya, Abdullah Ibn Maktum telah terlebih awal memeluk Islam daripadanya. Malahan dia telah berhijrah ketika sahabat lain masih berlindung di Mekah dan dia telah mengIslamkan penduduk Madinah sebelum ketibaan Rasulullah saw. Bahlah juga kerana dua kali ayat Quran turun ke bumi kerananya.
Akhirnya cita-cita tertinggi Abdullah Ibn Umm Maktum tercapai apabila beliau menemui syahid di jalan Allah setelah berjuang bersama ribuan tentera yang dipimpin oleh Saad Ibn Abi Waqas.
Pengajarannya :
  • Kekurangan diri dan ketiadaan jawatan tidak menghalang seseorang insan untuk menjadi pencinta dan pendokong perubahan yang besar.
  • Perubahan dan kejayaan yang hebat tidak akan berlaku tanpa kesungguhan dan pengorbanan seseorang individu mahupun generasi seangkatannya.
Semoga kehebatan sahabat yang buta ini mampu kita warisi…
By: Dr Zainur Rashid Zainuddin

Rabu, 12 Oktober 2011

5 Sumber Kecelakaan dan Kebahagiaan dalam kehidupan

بسم الله الرحمن الرحيم

http://twitemail.com/users/125255166/21/related/image001.png
Gambar di atas adalah diantara program-program  kebajikan yang menjadi rebutan pada dermawan di Timur Tengah, Allah SWT masih mengasihi kita dan tidak menurunkan bala kepada seluruh umat Islam di dunia kerana usaha sebegini masih segar di hati mereka yang Cintakan Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Muhammad Ibnu Dauri R.A. berkata " Iblis itu celaka kerana 5 perkara :
1- Tidak pernah mengakui dosa yang dilakukannya.
2- Tidak pernah menyesal setelah melakukan perbuatan dosa.
3- Tidak pernah mencela dirinya ( tidak pernah merendahkan diri di hadapan makhluk Allah SWT) di atas dosa yang telah dilakukan.
4- Tidak pernah berniat untuk bertaubat.
5- Putus asa daripada rahmat Allah SWT.
Nabi Adam A.S. bahagia dan mulia kerana 5 perkara:
1- Mengakui dosa yang beliau telah lakukan.
2- Menyesal di atas perbuatan dosa yang telah dilakukan.
3- Mencela diri dan merendahkan diri apabila melakukan dosa.
4- Segera bertaubat kepada Allah SWT apabila tersilap melakukan dosa.
5- Tidak putus asa daripada Rahmat Allah SWT ".
Kitab Mutiara Kebijaksanaan Dalam Islam. M/S : 163
Nota : dari penulis asal :
Ribuan maaf kerana tidak dapat menambahkan ilmu agama kepada semua selama 4 hari  kerana ada urusan peribadi.
Salam Ukhuwah Islamiah daripada saya untuk semua, Semoga Allah SWT mempermudahkan segala urusan kita di dunia ini untuk kemanfaatan di Akhirat kelak. Amin Ya Rabbal Alamin.

5 Fadhilat Agong Disisi Allah SWT Kerana Sedekah

بسم الله الرحمن الرحيم

1- Sedekah akan menaungi pemberi sedekah di Akhirat kelak.
2- Sedekah akan meringankan hisab Allah SWT tentang amalannya.
3- Sedekah akan menambahkan amal kebajikannya.
4- Sedekah melahirkan kemudahan untuk menyeberangi Titian Sirat.
5- Sedekah meninggikan darjat pemberi sedekah di dalam Syurga nanti.
Kitab Tanbihul Ghafilin, Jilid 1 & 2. M/S : 463.

Selasa, 11 Oktober 2011

15 Penghormatan masjid yang wajib kita lakukan

بسم الله الرحمن الرحيم
http://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2011/10/d8b7c2b7d8a2c2add8b7c2b7d8a2c2a8d8b7c2b7d8a2c2a7d8b7c2b8d8b8c2bed8b7c2b8c3a2e282acc2b0d8b7c2b7d8a2c2a7d8b7c2b8c3a2e282ace2808dd8b7c2.jpg?w=300
1- Memberi salam ketika memasuki masjid.
2- Solat 2 rakaat sebelum duduk.
3- Tidak jual beli di dalamnya.
4- Tidak menghunus pedang didalamnya.
5- Tidak mencari barangan yang hilang di dalam masjid.
6- Tidak meninggikan suara di dalamnya kecuali berzikir.
7- Tidak membincang urusan dunia di dalamnya.
8- Tidak melangkahi leher orang.
9- Tidak bertengkar atau berkelahi di dalamnya.
10- Tidak menyempitkan saf di dalamnya.
11- Jangan berjalan dihadapan muka orang sedang solat.
12- Tidak boleh berludah didalamnya.
13- Jangan membunyikan jari-jari dai dalamnya.
14- Membersihkannya dari najis dan kanak-kanak kecil, orang gila, dan tidak menegakkan hukum hudud didalamnya.
15- Memperbanyakkan zikir kepada Allah SWT dan tidak melalaikannya.
Kitab Tanbihul Ghafilin, Jilid 1 & 2 , M/S : 450.
Rujukan Gambar :
http://7obnferasolallah.blogspot.com/
dari

5 Perkara Allah SWT menghalang keberkatan hidup kita

بسم الله الرحمن الرحيم
1- Sesiapa tidak menunaikan zakat, Allah SWT menolak keselamatan hartanya.
2- Sesiapa tidak suka bersedekah Allah SWT akan mengurangkan kesihatannya.
3- Sesiapa tidak membayar zakat tanaman, Allah SWT  mengurangkan keberkatan tanahnya.
4- Sesiapa tidak suka berdoa, Allah SWT, Allah SWT juga tidak suka menerima permintaannya.
5- Sesiapa tidak mengambil berat tentang solat, Allah SWT  menolak ucapan kalimah La Ilaha Illallah ketika matinya.
Kitab Tanbihul Ghafilin, Jilid 1 & 2, M/S: 459.

Ahad, 9 Oktober 2011

Keimanan berkaitan dengan Nikmat Hujan

بسم الله الرحمن الرحيم

http://www.hamasna.com/religion/rain2.gif
Segala puji bagi Allah, satu-satunya Rabb yang berhak disembah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.
Ada beberapa hal keimanan yang mesti diyakini seorang muslim berkaitan dengan hujan, yaitu:
Pertama: Tidak ada yang mampu menurunkan hujan melainkan Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman,
مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat, maka tidak ada seorangpun yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan oleh Allah maka tidak seorangpun yang sanggup melepaskannya sesudah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Fathir: 2). Sebagian ulama seperti penulis tafsir Al Jalalain mengatakan bahwa rahmat yang dimaksudkan di sini adalah rizki dan hujan.[1]
Al Qurthubi mengatakan bahwa sebagian ulama menafsirkan rahmat dalam ayat di atas dengan hujan atau rizki. Mereka mengatakan, “Hujan atau rizki yang Allah datangkan pada mereka, tidak ada satu pun yang dapat menahannya. Jika Allah menahannya untuk turun, maka tidak ada seorang pun yang dapat menurunkan hujan tersebut.”
Ada pula ulama yang memaksudkan rahmat di sini dengan diutusnya rasul karena rasul adalah rahmat untuk manusia. Ada pula ulama yang menafsirkan rahmat dengan do’a, taubat, taufik dan hidayah. Namun yang lebih tepat, makna rahmat di sini adalah umum mencakup segala apa yang dimaksudkan oleh para ulama tadi. Jadi makna rahmat adalah hujan, rizki, do’a, taubat, taufik dan hidayah.[2]
Kedua: Diturunkannya hujan termasuk kunci ilmu ghoib dan hanya Allah yang tahu kapan turunnya
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الأرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Luqman: 34)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
مِفْتَاحُ الْغَيْبِ خَمْسٌ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ اللَّهُ لاَ يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا يَكُونُ فِى غَدٍ ، وَلاَ يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا يَكُونُ فِى الأَرْحَامِ ، وَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا ، وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ، وَمَا يَدْرِى أَحَدٌ مَتَى يَجِىءُ الْمَطَرُ
Kunci ilmu ghoib ada lima, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah Ta’ala. [1] Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yangg terjadi keesokan harinya. [2] Tidak ada seorang pun mengetahui apa yang terjadi dalam rahim. [3] Tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui apa yang ia lakukan besok. [4] Tidak ada satu jiwa pun yang mengetahui di manakah ia akan mati. [5] Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan turunnya hujan.[3]
Inilah lima hal yang disebut dengan mafatihul ghoib (kunci ilmu ghoib). Dan di antara kunci ilmu ghoib adalah diturunkannya hujan.
Qotadah mengatakan, “Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapankah diturunkannya hujan, malam ataukah siang hari.”[4]
Ketiga: Ada Malaikat yang bertugas menurunkan hujan
Dalam Al Mu’jam Al Kabir, Imam Ath Thobroni meriwayatkan tentang percakapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan malaikat Jibril, di antaranya,
قُلْتُ: عَلَى أَيِّ شَيْءٍ مِيكَائِيلُ؟ قَالَ: عَلَى النَّبَاتِ وَالْقَطْرِ
“Aku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) bertanya, “Tentang apakah Mikail itu ditugaskan? Ia (yaitu Jibril) menjawab, “Ia ditugaskan mengurus tanaman dan hujan.
Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengatakan bahwa dalam sanad hadits ini terdapat Muhammad bin ‘Abdirrahman bin Abi Laila. Ia telah didho’ifkan (dilemahkan) karena jeleknya hafalan, namun ia tidak ditinggalkan.[5] Ibnu Katsir mengatakan bahwa hadits ini ghorib dari sisi ini.[6]
Ibnu Katsir menjelaskan, “Mikail ditugaskan untuk mengurus hujan dan tumbuh-tumbuhan yang darinya berbagai rizki diciptakan di alam ini. Mikail memiliki beberapa pembantu. Mereka melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka melalui Mikail berdasarkan perintah dari Allah. Mereka mengatur angin dan awan, sebagaimana yang dikehendaki oleh Rabb yang Maha Mulia.  Sebagaimana pula telah kami riwayatkan bahwa tidak ada satu tetes pun air yang turun dari langit melainkan Mikail bersama malaikat lainnya menurunkannya di tempat tertentu di muka bumi ini.”[7]
Keempat: Turunnya hujan telah ditulis di Lauhul Mahfuzh[8]
Kejadian apa saja yang terjadi di muka bumi ini telah diketahui, tercatat dalam Lauhul Mahfuzh sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi dan telah ditakdirkan oleh Allah. Termasuk dalam hal ini adalah diturunkannya hujan, kapan terjadinya, di mana diturunkan, berapa intensitasnya dan bagaimana dampak dari hujan tersebut.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.”[9]
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ فَقَالَ لَهُ اكْتُبْ. قَالَ رَبِّ وَمَاذَا أَكْتُبُ قَالَ اكْتُبْ مَقَادِيرَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ
Sesungguhnya yang pertama kali Allah ciptakan adalah qolam. Lalu Allah firmankan padanya, ‘Tulislah’. Qolam mengatakan, “Apa yang akan aku tulis?’ Allah berfirman, ’Tulislah berbagai takdir dari segala sesuatu yang akan terjadi hingga hari kiamat’. [10]
Berkaitan dengan qadha’ Allah terhadap segala sesuatu yang akan terjadi pada makhluk-Nya, Allah berfirman,
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan: 4). Malam yang dimaksudkan di sini adalah malam Lailatul Qadar sebagaimana pendapat mayoritas ulama tafsir.[11]
Asy Syaukani menyebutkan sebagaimana dikeluarkan oleh Muhammad bin Nashr, Ibnul Mundzir dan Ibnu Abi Hatim, bahwa Ibnu ‘Abbas menafsirkan ayat di atas, “Pada malam lailatul qadar segala sesuatu dicatat dalam Ummul Kitab (yang ada di Lauhul Mahfuzh) berupa rizki, kematian, kehidupan, hujan, sampai orang yang berhaji yaitu si fulan akan berhaji dan si fulan akan berhaji.”[12]
Kelima: Ucapan istighfar dapat menyebabkan turunnya hujan
Allah Ta’ala berfirman,
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)
Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)
Terdapat sebuah atsar dari Hasan Al Bashri rahimahullah sebagai berikut.
أَنَّ رَجُلًا شَكَى إِلَيْهِ الْجَدْب فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر الْفَقْر فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر جَفَاف بُسْتَانه فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر عَدَم الْوَلَد فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، ثُمَّ تَلَا عَلَيْهِمْ هَذِهِ الْآيَة
Sesungguhnya seseorang mengadukan kepada Al Hasan tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.
Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kemiskinannya. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.
Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kekeringan pada lahan (kebunnya). Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.
Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau karena sampai waktu itu belum memiliki anak. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.
Kemudian setelah itu Al Hasan Al Bashri membacakan surat Nuh di atas.[13]
Maksud surat Nuh di atas sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Katsir, “Jika kalian meminta ampun (beristigfar) kepada Allah dan mentaati-Nya, niscaya kalian akan mendapatkan banyak rizki, akan diberi keberkahan hujan dari langit, juga kalian akan diberi keberkahan dari tanah dengan ditumbuhkannya berbagai tanaman, dilimpahkannya air susu, serta akan dilapangkan pula harta dan anak, yaitu kalian akan diberi anak dan keturunan. Di samping itu, Allah juga akan memberikan kepada kalian kebun-kebun dengan berbagai buah yang di tengah-tengahnya akan dialirkan sungai-sungai.”[14]
Keenam: Suara geledek adalah malaikat yang membawa api
Ada tiga istilah untuk kilatan petir dan geledek yaitu ar ro’du, ash showa’iq dan al barq. Ar ro’du adalah istilah untuk suara petir atau geledek. Sedangkan ash showa’iq dan al barq adalah istilah untuk kilatan petir, yaitu cahaya yang muncul beberapa saat sebelum adanya suara petir.[15]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan, ”Dalam hadits marfu’ (sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen) pada riwayat At Tirmidzi dan selainnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang ar ro’du, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
مَلَكٌ مِنْ الْمَلَائِكَةِ مُوَكَّلٌ بِالسَّحَابِ مَعَهُ مخاريق مِنْ نَارٍ يَسُوقُ بِهَا السَّحَابَ حَيْثُ شَاءَ اللَّهُ
Ar ro’du adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah.[16]
Disebutkan dalam Makarimil Akhlaq milik Al Khoro-ithi, ’Ali pernah ditanya mengenai ar ro’du. Beliau menjawab, ”Ar ro’du adalah malaikat. Beliau ditanya pula mengenai al barq. Beliau menjawab, ”Al barq (kilatan petir) itu adalah pengoyak di tangannya.” Dan dalam riwayat lain dari Ali juga,” Al barq itu adalah pengoyak dari besi di tangannya”.”
Kemudian Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan lagi, ”Ar ro’du adalah mashdar (kata kerja yang dibendakan) berasal dari kata ro’ada, yar’udu, ro’dan (yang berarti gemuruh, pen). … Namanya gerakan pasti menimbulkan suara. Malaikat adalah yang menggerakkan (menggetarkan) awan, lalu memindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya. Dan setiap gerakan di alam ini baik yang di atas (langit, pen) maupun di bawah (bumi, pen) adalah dari  malaikat. Suara manusia dihasilkan dari gerakan bibir, lisan, gigi, lidah, dan dan tenggorokan. Dari situ, manusia bisa bertasbih kepada Rabbnya, bisa mengajak kepada kebaikan dan melarang dari kemungkaran. Oleh karena itu,  ar ro’du (suara gemuruh) adalah suara yang membentak awan. Dan al barq (kilatan petir) adalah kilauan air atau kilauan cahaya. … ”[17]
Ketujuh: Kewajiban zakat yang tidak ditunaikan dapat menghalangi turunnya hujan
Jika suatu kaum yang sudah memiliki kewajiban mengeluarkan zakat enggan mengeluarkan zakat, itu bisa menjadi sebab terhalangnya turunnya hujan.
Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَمْ يَمْنَعْ قَوْمٌ زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ , وَلَوْلا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا.
Jika suatu kaum enggan mengeluarkan zakat dari harta-harta mereka, maka mereka akan dicegah dari mendapatkan hujan dari langit. Sekiranya bukan karena binatang-binatang ternak, niscaya mereka tidak diberi hujan.”[18]
Dari Buraidah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا نَقَضَ قَوْمٌ العَهْدَ قَطٌّ إِلاَّ كَانَ القَتْلُ بَيْنَهُمْ وَمَا ظَهَرَتْ فَاحِشَةً فِي قَوْمٍ قَطٌّ إِلاَّ سَلَّطَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْهِمْ المَوْتَ وَلاَ مَنَعَ قَوْمٌ الزَّكَاةَ إِلاَّ حَبَسَ اللهُ عَنْهُمْ القَطْرَ
Tidaklah suatu kaum mengingkari janji mereka melainkan akan ada pembunuhan di tengah-tengah mereka. Tidaklah tampak perbuatan keji di tengah-tengah suatu kaum melainkan Allah akan kuasakan kematian pada mereka. Dan tidaklah suatu kaum enggan mengeluarkan zakat melainkan Allah akan menahan hujan untuk mereka.[19]
Asy Syaukani menjelaskan faedah hadits yang serupa dengan hadits di atas:
  1. Enggan menunaikan zakat menjadi sebab tidak diturunkannya hujan dari langit.
  2. Jika hujan itu diturunkan padahal maksiat merajalela, maka itu hanya karena rahmat Allah Ta’ala pada binatang ternak.[20]
Hal ini menunjukkan bahwa dengan seseorang menunaikan zakat, berarti ia telah memakmurkan bumi Allah.
Semoga kita bisa mengimani beberapa bentuk keimanan yang berkaitan dengan hujan ini dengan keimanan yang benar, mantap dan kokoh.
Hanya Allah yang memberi taufik.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Diselesaikan di Pangukan-Sleman, 11 Shofar 1431 H, di waktu sahur

Sabtu, 8 Oktober 2011

5 Golongan yang ditolak amalan Solatnya

بسم الله الرحمن الرحيم

http://peribadirasulullah.files.wordpress.com/2011/10/2943226907_d2f0096eae.jpg?w=560
1- Isteri yang menderhakai suami.
2- Hamba yang lari daripada majikan sehingga kembali bertugas.
3- Orang yang tidak bercakap dengan saudaranya melebihi 3 hari.
4- Orang berterusan minum arak tanpa bertaubat.
5- Imam yang tidak disukai oleh kaumnya atau makmumnya.
Kitab Tanbihul Ghafilin, Jilid 1 & 2. M/S : 422.

Jumaat, 7 Oktober 2011

40 juta kematian kalangan perokok akibat batuk kering menjelang 2050

بسم الله الرحمن الرحيم
PARIS: Kerosakan peparu akibat merokok boleh menyebabkan pertambahan 18 juta kes batuk kering (TB) dan 40 juta kematian berikutan penyakit itu menjelang 2050, menurut kajian yang disiarkan dalam Jurnal Perubatan British (BMJ) hari ini.
Anggaran daripada model matematik menunjukkan trend merokok itu amat memberi kesan ke atas risiko TB.
Kajian mendapati Afrika, Timur Mediterranean dan Asia Tenggara terbabit dalam angka kenaikan terbesar TB yang berkaitan tabiat merokok.
"Pengurangan kekerapan merokok secara agresif boleh mengurangkan kematian 27 juta perokok berpunca daripada TB menjelang 2050," menurut kajian yang diketuai Sanjay Basu dari Universiti California di San Francisco. - AFP
dari

Khamis, 6 Oktober 2011

Tentera yahudi memijak kanak-kanak perempuan Palestin

بسم الله الرحمن الرحيم

http://www.awda-dawa.com/UserFiles/Image/1033132011824552.jpg
Rujukan:

5 Perkara yang wajib kita renung dengan mata hati yang murni

بسم الله الرحمن الرحيم
http://www.awda-dawa.com/link2//ahmiat-aamal-1.JPG
1- Bertafakkur tentang ayat-ayat Allah SWT di dalam Al-Quran, hasilnya adalah mencapai tauhid yang yakin kepada Allah SWT.
2- Bertafakkur tentang nikmat-nikmat yang Allah SWT telah kurniakan, hasilnya adalah rasa Cinta dan bersyukur kepada Allah SWT.
3- Bertafakkur tentang Janji-janji Allah SWT yang Maha Benar, hasilnya adalah akan lahir  rasa Cinta kepada kebahagiaan di Akhirat.
4- Bertafakkur tentang ancaman dan azab Allah SWT yang amat pedih, hasilnya akan lahir tindakan berwaspada dan menjauhi perkara maksiat serta akan mengagungkan kedudukan Allah SWT di dalam hatinya.
5- Bertafakkur tentang sejauh mana kita telah mentaati perintah dan arahan Allah SWT serta segala kebaikan yang Allah SWT telah berikan kepada diri kita, hasilnya akan lahir perasaan Takut kepada kekuasaan Allah SWT di dalam hati.
Kitab  Mutiara Kebijaksanaan Dalam Islam. M/S : 146.
Rujukan Gambar:
http://www.awda-dawa.com/Pages/Subjects/Default.aspx?id=5418
sumber

5 Langkah ke arah mencapai Ketaqwaan di sisi Allah SWT

بسم الله الرحمن الرحيم
http://www.awda-dawa.com/link2//ahmiat-aamal-4.JPG
1- Memilih  amal yang berat dan meninggalkan cara hidup yang bersenang-senang.
2- Memilih kepenatan dalam beribadat kepada Allah SWT dengan meninggalkan perkara yang mensia-siakan masa.
3- Memilih kerendahan hati dan meninggalkan sikap sombong.
4- Memilih diam dengan meninggalkan percakapan yang tidak memberi manfaat.
5- Memilih  mati daripada hidup ( kerana mati adalah jalan yang kita wajib lalui sebelum melangkah memasuki Syurga Allah SWT ).
Kitab Mutiara Kebijaksanaan Dalam Islam. M/S : 153.
Rujukan Gambar:
http://www.awda-dawa.com/Pages/Subjects/Default.aspx?id=5418
 sumber

Rabu, 5 Oktober 2011

22 Sebab Malaikat Rahmat tidak akan memasuki rumah anda

بسم الله الرحمن الرحيم
http://akhbaralyom.net/userimages/2000/2100/2409/22.JPG
فما هي البيوت التي لا تدخلها الملائكة؟
1- بيت قاطع الرحم
1-Rumah orang  yang memutuskan hubungan Silatul Rahim.
2-بيت آكل مال اليتيم
2-Rumah orang yang memakan harta anak yatim secara haram.
3- بيت فيه كلب
3-Rumah yang memelihara anjing.
4-بيت يكثر فيه السباب مثل سب الصحابة والأموات والشيطان والدهر والريح والديك والمرض والسب العام
4-Rumah yang banyak menyimpan gambar yang mencerca Para Sahabat Nabi, orang yang telah mati dan sebagainya.
5- بيت يتغنى بغير ذكر الله فيها
5-Rumah yang mengumandangkan nyanyian yang memuja selain daripada Allah SWT.
6- بيت يرتفع فيه صوت نائحة
6-  Rumah yang sering meninggikan suara.
7- بيت يشرك فيه بالله وتعلق التمائم ويرتكب فيه السحر
7- Rumah yang didiami mereka yang syirik kepada Allah SWT seperti tukang tilik, ahli syihir dan nujum.
8- بيت فيه محرمات مثل استعمال آنية الذهب والفضة
8-Rumah yang menggunakan perhiasan daripada emas seperti pinggan dan mangkuk daripada emas.
9-بيت فيه روائح كريهة مثل رائحة البصل والثوم والكرات والتدخين…..
9- Rumah yang makan makanan yang berbau seperti bauan rokok.
10- بيت أصحابه مصرّين على المعصية
10- Rumah yang didiami mereka yang sentiasa bergelombang dengan maksiat.
11- بيت ترتكب فيه الكبائر
11- Rumah yang didiami mereka yang melakukan dosa-dosa besar.
12- بيت العاق لوالديه
12-Rumah yang didiami mereka yang derhaka kepada kedua ibu bapa.
13- بيت يؤكل فيه الربا
13- Rumah pemakan riba,intres.
14- بيت فيه مجالس للشيطان وهي: المجالس التي لا يذكر فيها الله ، والمجالس التي لا يصلى فيها على النبي صلى الله عليه وسلم……
14-Rumah yang mengamalkan budaya syaitan seperti kumpulan rock.
15- بيت فيه صورة أو تمثال
15- Rumah yang memiliki patung-patung.
16- بيت فيه جرس
16-Rumah yang memiliki loceng seperti loceng gereja.
17- بيت يشرب فيه الخمر
17- Rumah yang didiami peminum arak.
18- بيت يلعب فيه بالنرد
18- Rumah yang mempercayai tukang tilik.
19- بيت الملعونين: ومنهم الراضي والمرتشي ، المغيرات لخلق الله ، تارك الصلاة…..
19- Rumah yang didiami mereka yang mendapat laknat Allah SWT,  pemakan rasuah, pemberi rasuah dan mereka yang mengubah kejadian Allah SWT seperti wanita yang mencukur bulu kening.
20- بيت يترك صاحبه الغسل من الجنابة
20- Rumah yang didiami mereka yang berhadas besar tanpa mandi Janabah/Junub.
21- بيت مسرف، ومن الإسراف: الإكثار من الأثاث والفرش التي لا لزوم لها…..
21- Rumah yang melakukan pembaziran ( berhias dengan berlebihan ).
22- بيت يرتكب فيه الفاحشة
22- Rumah yang melakukan maksiat di dalamnya.
Rujukan Makalah:
Nota:
Sila bantu saya dalam menterjemahkan makalah ini, Jutaan Terima Kasih kepada mereka yang sudi membantu menyebar Ilmu Allah SWT.
 dari

5 Golongan Ahli Syurga

بسم الله الرحمن الرحيم
http://akhbaralyom.net/userimages/2000/2100/2408/_00.jpg
Umar R.A. berkata :
" Sekiranya tidak takut dituduh mengetahui perkara Ghaib, tentulah aku mahu bersaksi bahawa kelima golongan manusia ini adalah termasuk ahli Syurga :
1- Orang fakir yang menanggung nafkah keluarganya.
2- Wanita yang suaminya redha kepadanya.
3- Isteri yang mensedekahkan mahar/maskahwinnya kepada suaminya.
4- Anak yang kedua orang tuanya redha kepada dirinya.
5- Orang yang bertaubat dari kesalahannya. "
Mutiara Kebijaksanaan Dalam Islam . M/S : 133
 dari

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails